Kereta Cepat RI China Jadi Proyek Termahal Jokowi, Traffic Jakarta-Bandung Beneran Makin Whoosh?

inNalar.com – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau yang dikenal dengan nama Whoosh menjadi Proyek termahal yang dibangun di era pemerintahan Presiden Jokowi.

Meski traffic dari proyek termahal Jokowi ini sempat diisukan sepi, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga langsung memberikan klarifikasi. Menurut Arya, naik-turunnya jumlah penumpang adalah hal umum dalam transportasi massal, dan tidak bisa disimpulkan hanya dari data harian.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat bahwa traffic arus penumpang hingga 27 Januari 2024, sebanyak 1,5 juta penumpang telah menggunakan Whoosh untuk perjalanan Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Kepribadian INTJ Bisa Berubah Drastis saat Stres, Kelihatan dari 6 Kebiasaan Aneh Ini: Cek Sekarang!

Pada semester pertama tahun 2024, rata-rata 443 ribu penumpang per bulan dilaporkan menggunakan moda transportasi canggih ini, dengan puncaknya terjadi pada bulan Juni 2024, yang mencatat 535 ribu penumpang.

Menurut GM Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, traffic penumpang Whoosh terus mengalami peningkatan sejak awal tahun.

“Peningkatan ini terjadi karena kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi dari waktu ke waktu, terutama melalui layanan pemesanan rombongan dan peningkatan jumlah pengguna rutin (frequent Whoosher),” jelas Eva dikutip dari laman kcic.co.id.

Baca Juga: Dilalap Si Jago Merah, Mall Ciputra Jakarta Barat Kebakaran: Kerugian Ditaksir Capai Rp5,6 Miliar!

Kereta cepat Jakarta-Bandung adalah salah satu dari 521 infrastruktur transportasi yang dibangun selama satu dekade pemerintahan Jokowi.

Proyek termahal Jokowi ini dirancang untuk menghubungkan Jakarta dengan Bandung hanya dalam waktu 36 menit, mempercepat mobilitas dan meningkatkan konektivitas wilayah.

Tak hanya transportasi darat, pembangunan infrastruktur juga mencakup transportasi laut dan udara, yang bertujuan mendukung konektivitas antarwilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Jauh Terpelosok, Daerah di Kabupaten Katingan Ingin Segera Pisah dan Bentuk CDOB di Kalimantan Tengah

Pada 18 September 2024, jadwal perjalanan Whoosh sempat terganggu akibat gempa bumi yang melanda Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

Namun, layanan kereta cepat ini kembali beroperasi normal pada tanggal 19 September 2024, setelah dilakukan pengecekan menyeluruh di sepanjang jalur rel yang membentang sejauh 144 km.

Demi terus tingkatkan capaian target traffic, saat ini Kereta cepat Whoosh melayani 48 jadwal perjalanan per hari.

Baca Juga: Sempat Meredam, Warga Daerah di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Kembali Desak Jadi CDOB, Ini Alasannya

Menurut Eva, tingkat keterisian (okupansi) penumpang Whoosh tetap stabil, yakni berada di kisaran 60-70% di luar jam sibuk, dan 80-100% pada jam sibuk, khususnya di pagi dan sore hari.

Penumpang Whoosh terdiri dari berbagai kalangan, termasuk pebisnis, wisatawan, pelajar, hingga rombongan.

Dengan angka ini, perkembangan traffic kereta cepat Whoosh membuktikan bahwa proyek termahal Jokowi tersebut tidak hanya sekadar lambang modernisasi transportasi di Indonesia.

Baca Juga: APBD Minim, Daerah di Kotawaringin Timur ‘Ajak’ 6 Kecamatan Bentuk Kabupaten Baru di Kalimantan Tengah

Akan tetapi juga menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang menginginkan perjalanan cepat dan efisien antara Jakarta dan Bandung.

Seiring waktu, kereta cepat ini berhasil mendapatkan kepercayaan lebih dari masyarakat.

Pihaknya optimis dengan pertumbuhan jumlah penumpang yang terus naik ini.
Layanan Whoosh semakin menjadi pilihan utama bagi pengguna yang ingin efisiensi waktu dalam perjalanan Jakarta-Bandung.

Sebagai informasi, alasan di balik mahalnya proyek ini adalah nilai investasinya yang diserap disebut mencapai Rp108,14 triliun.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]