Efek ‘Happy’ Minuman Manis Dibongkar dr Zaidul Akbar, Beri Kebahagiaan Palsu Berujung Candu


inNalar.com –
Minuman manis menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia tatkala tubuh dalam kondisi lelah dan butuh energi. Namun tahukah bahwa terdapat dua bahaya yang tersembunyi di balik kenikmatan tersebut, kata dr Zaidul Akbar.

dr Zaidul Akbar, seorang konsultan kesehatan islami membongkar tipu daya minuman manis. Menurutnya, asupan yang mengandung gula pasir dapat menimbulkan efek kebahagiaan palsu.

Bahkan, kebahagiaan palsu dari minuman berpemanis akan beri efek bahaya lanjutan, yaitu rasanya akan membuat kita ketagihan alias bikin candu.

Baca Juga: Takut Dicaplok Asing, Daerah Kepulauan Terluar Indonesia di Sulawesi Utara Ingin Bentuk Provinsi Mandiri

Tidak dapat dipungkiri, data menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi konsumen minuman manis tertinggi ketiga di Asia Tenggara.

Masyarakat Indonesia sendiri setidaknya mengonsumsi minuman berpemanis hingga 20,23 liter per orang setiap tahunnya.

Lebih lanjut, “62% anak mengonsumsi minuman berpemanis setidaknya seminggu sekali,” dikutip dari data yang diungkap FKKMK UGM pada tahun 2020 silam.

Baca Juga: Angka IPM Saingi Provinsi Induk, 5 Kabupaten di Sulawesi Utara Mantap Ingin Hidup Bahagia Jadi CDOB

Lantas, bagaimana minuman manis mampu memberikan efek kebahagiaan palsu hingga bisa membuat konsumennya makin candu?

Menurut dr Zaidul Akbar, minuman berpemanis dapat menyebabkan dopamine spike yang membuat rasa kebahagiaan itu muncul meski sesaat.

Maksudnya, muncul lonjakan sensasi menyenangkan atau ‘happy hormone’ setelah mengonsumsi makanan atau minuman mengandung gula pasir.

Baca Juga: Lintasi Beberapa Rezim, Daerah di Sulawesi Selatan Hingga Kini Masih Berjuang Jadi Provinsi Baru

“Dopamine itu kan hormon. Hormon yang tiba-tiba bikin bahagia,” beber dr Zaidul Akbar, dikutip dari tayangan YouTube resminya.

“Waktu dia (hormon dopamine) mulai agak turun, minta lagi,” lanjutnya.

Ketika kadar dopamine mulai menurun, maka hormon bahagia tersebut akan meminta lagi untuk dinaikkan, ungkap dr Zaidul Akbar.

Baca Juga: dr Zaidul Akbar Sebut Makanan Bakteri Jadi Rahasia Umur Panjang, Terbukti Ampuh Sejak 10.000 SM

Itulah yang membuat minuman manis disebut dr Zaidul Akbar berikan efek kebahagiaan palsu dan bikin candu atau ketagihan.

Bahaya minuman manis secara terpisah juga diungkap oleh Thomas Rutledge, Ph.D melalui unggahannya dalam Psychology Today.

Dijelaskan secara ilmiah dalam ilmu saraf mengenai bagaimana gula dapat memberikan kebahagiaan dan kontra-bahagia secara bersamaan.

Alasan minuman manis sering menjadi pelarian orang yang stres tetapi justru menyesatkan karena memberikan kebahagiaan palsu adalah karena penjelasan berikut ini.

Apabila dilihat dari prosesnya secara kimiawi, saat kita mengonsumsi makanan atau minuman manis, gula yang ada di dalam kandungannya akan meningkatkan kerja neurotransmitter yang disebut dopamin.

Dopamine tersebut akan menciptakan perasaan senang dan membuat suasana hati kita lebih baik karena endorfin dan endokannabinoid meningkat seketika usai mengonsumsinya.

Baca Juga: Eks Karyawan Minimarket Ini Sukses Geluti Bisnis Toko Kelontong Usai Bermitra dengan AgenBRILink

Namun sayangnya, penelitian membuktikan bahwa efek kebahagiaan pada minuman berpemanis hanya bersifat sementara.

Rasa ngidam minuman manis ini pun diketahui penyebabnya cukup beragam. Di antaranya bisa karena stres psikologis, ketidakseimbangan hormon, hingga menderita kebosanan, melansir dari Verywell Mind.

Efek tidak menyenangkannya jika terus dibiarkan dan berlebihan akan berujung kepada permasalahan kenaikan berat badan drastis hingga obesitas.

Dampak negatif pada kesehatan fisik selain obesitas, yaitu diabetes, kerusakan pada gigi, meningkatkan kolesterol, hingga hipertensi.***

Rekomendasi