

inNalar.com – Setiap tahunnya, Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati pada tanggal 16 Oktober, termasuk di Indonesia.
Peringatan ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan pentingnya akses pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kelaparan, malnutrisi, dan ketahanan pangan di seluruh dunia.
Hari Pangan Sedunia pertama kali dirayakan pada tahun 1979 dan diinisiasi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau FAO (Food and Agriculture Organization).
Baca Juga: Cara Pegang HP Cerminan Kepribadian! Semakin Erat, Anda Tergolong Orang dengan Karakter Seperti Ini
FAO memilih tanggal ini karena bertepatan dengan tanggal terbentuknya organisasi tersebut pada 16 Oktober 1945.
Tujuan utama diperingatinya tanggal ini sebagai Hari Pangan Sedunia adalah untuk memerangi kelaparan dan meningkatkan produksi pangan global.
Melalui kesepakatan antara 150 negara anggota, termasuk Indonesia, tanggal tersebut resmi ditetapkan sebagai World Food Day.
Baca Juga: Jarang Disadari! 5 Ciri Wanita Pembawa Rezeki Besar Bagi Suami, Salah Satunya Selalu Terlihat Polos
Hari Pangan Sedunia selalu mengangkat isu-isu krusial terkait pangan, mulai dari kelaparan, ketahanan pangan, hingga distribusi makanan sehat.
Menurut laman resmi FAO, isu ini sangat relevan karena lebih dari 2,8 miliar orang di dunia tidak mampu mendapatkan makanan sehat.
Pola makan yang tidak seimbang atau tidak mencukupi menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kekurangan gizi, obesitas, dan defisiensi mikronutrien.
Baca Juga: Selamat Tinggal Kemiskinan, 7 Weton Ini Dikejar Rezeki Geden Akhir Tahun 2024: Anda Termasuk?
Situasi semakin diperburuk oleh krisis global yang disebabkan oleh konflik, perubahan iklim, dan ketidakstabilan ekonomi.
Faktor-faktor ini mempengaruhi sistem pertanian dan distribusi pangan, sehingga banyak orang tidak dapat mengakses makanan sehat.
Selain itu, krisis ini memicu kerusakan lingkungan seperti degradasi tanah dan polusi yang memperparah perubahan iklim.
Baca Juga: Bingung Pilih Dress Atau Hoodie? Jangan Salah Pilih, Gaya Berpakaian Wanita Menunjukkan Kepribadian
Sistem pangan dunia membutuhkan transformasi besar-besaran.
FAO, tak hanya pada momen Hari Pangan Sedunia, selalu menekankan pentingnya mendukung penghidupan yang berketahanan dan inklusif, serta memperkuat sistem pertanian agar lebih tangguh terhadap krisis.
Hari Pangan Sedunia tidak hanya mengingatkan kita akan masalah ini, tetapi juga mendorong tindakan nyata untuk menciptakan dunia di mana setiap orang memiliki akses terhadap pangan yang aman, sehat, dan bergizi.
Di sisi lain, organisasi non-profit seperti Save the Children turut berpartisipasi dalam peringatan ini.
Organisasi tersebut menyuarakan hak setiap anak untuk tumbuh dengan gizi yang cukup, mengingat jutaan anak di dunia masih hidup dalam kelaparan sehari-hari.
Dengan memperingati Hari Pangan Sedunia, kita diingatkan bahwa masalah pangan adalah tanggung jawab bersama.
Baca Juga: Bidik Generasi Milenial dan Gen Z, BRImo FSTVL 2024 Sukses Padukan Kecanggihan Teknologi dan Hiburan
Baik dari tingkat individu hingga kebijakan global, setiap tindakan kecil seperti mengurangi limbah makanan, memilih makanan yang lebih sehat, atau mendukung praktik pertanian berkelanjutan dapat membantu mengatasi masalah ini.
Jadi, tidak hanya sekadar perayaan, Hari Pangan Sedunia adalah pengingat penting tentang bagaimana kita bisa berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik untuk semua orang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi