

inNalar.com – Bagi kamu yang sering mengucapkan 9 hal yang menyakiti dirimu sendiri, tahanlah dan coba untuk berhenti membuat jiwamu tersakiti. Pasalnya yang demikian itu adalah bagian dari overthinking Anda.
Sebuah penelitian psikologi diterbitkan dalam jurnal Behaviour Theory mengungkap bahwa 85% dari overthinking seseorang terbukti menjadi ucapan negatif yang berakhir sebagai kebohongan.
Amat bisa dipahami tentu seseorang yang terbiasa mengafirmasi dirinya dengan ucapan negatif seringkali sulit menganggap bahwa hal yang menyakiti dirinya dan berpusar dalam pikirannya adalah kebohongan dan tidak nyata terjadi pada dirinya.
Baca Juga: Istilah Humblebrag di Media Sosial yang Sering Dilakukan Banyak Orang Tanpa Disadari
Tentu menahan diri untuk berpikir yang tidak sehat kepada diri sendiri bukan perkara mudah karena ini saatnya otak Anda dilatih untuk keluar dari zona nyamannya. Namun percayalah dengan menghindari perkataan berikut, energimu tidak akan lagi terkuras habis.
Bagaimana pun, diharapkan dengan adanya penelitian tersebut, Anda semakin terbantu untuk mulai berhenti mengucapkan 9 hal yang menyakitkan.
Lantas, apa saja 9 ucapan negatif yang dapat menyakiti dirimu sendiri? Simak poin-poin berikut ini ya.
Baca Juga: Wanita Sampai Hati Melakukan Ini Dengan Anda? Jika Iya, Berarti Dia Tulus Mencintai
1. Aku Tidak Cukup Baik
Perkataan ‘Aku tidak cukup baik’, ‘Aku bodoh’, ‘Aku tidak pintar’ adalah ucapan yang sebaiknya Anda tahan mulai sekarang.
Jika hal yang menyakiti ini terucap ketika Anda mengalami kegagalan, maka percayalah bahwa dirimu itu adalah bagian dari overthinking.
Anda bisa melalui fase sulit dan memutuskan untuk melanjutkan hidup sudah menunjukkan bahwa Anda berhasil melaluinya dengan baik.
Baca Juga: Pria Nekat Lakukan ini Denganmu? Jika iya, Berarti Dia Tulus Mencintai Anda
2. Mimpiku Tidak Akan Bisa Kugapai
Hal yang menyakiti dirimu sendiri selanjutnya adalah ketika Anda yakin bahwa mimpi tidak akan bisa diraih.
Apakah Anda sedang merasa putus asa? Percayalah, ucapan tersebut juga bagian dari overthinking-mu dan dapat menjadi bisikan yang justru menghalangimu menggapai tujuan.
Pada saat dirimu mempercayai ucapan negatif tersebut, hal tersebut dapat membuatmu merasa down dan berakhir membuat Anda ingin tetap di zona nyaman alias diam sebelum berusaha bergerak.
Baca Juga: Hanya Wanita Bernilai Tinggi yang Memiliki 10 Sifat Berikut, Nomor 5 Susah Dilakukan: Anda Termasuk?
Ingatlah bahwa mimpi Anda membutuhkan lompatan tinggi darimu dan salah satu caranya adalah ketika dirimu berani ambil resiko dan berhasil menghancurkan tembok ovethinking Anda.
3. Keadaanku Tidak Akan Pernah Membaik
Hal yang menyakiti selanjutnya, yaitu ketika Anda percaya bahwa keadaan burukmu kini tidak akan pernah berubah membaik.
Ucapan negatif tersebut menghiasi pikiran overthinking-mu maka percayalah bahwa itu adalah kebohongan.
Baca Juga: 9 Penyebab Orang Lain Hilang Respect Kepada Anda, Salah Satunya Datang Jika Butuh Saja
Mengapa demikian? Karena para psikolog berhasil menemukannya. “91,4% prediksi kekhawatiran tidak menjadi kenyataan,” dikutip dari riset Lucas S. LaFreniere dan Michelle G. Newman (2020).
Ingatlah bagaimana Anda tubuh dari kecil hingga dewasa. Bukankah terkadang dirimu akan mengalami kegagalan dan sebagiannya lagi berhasil? Jadi kurangi mengucapkan hal yang menyakitkan bagi dirimu sendiri ya.
Tidak perlu overthinking dan tetaplah optimis, karena kehidupan ini sejatinya bagai roda yang berputar. Terkadang kita sulit dan esoknya terasa lebih mudah.
Namun ingatlah untuk tetap menjadikan kesalahan atau keadaan yang buruk sebagai bekal agar nantinya Anda tidak kembali ke jurang yang sama.
Tetaplah hidup dengan dinamis, terus optimis dan selalu mengafirmasi diri dengan ucapan yang positif. Selalu ada cahaya di ujung terowongan, bukan?
4. Kegagalan Itu Buruk
Kegagalan bukanlah hal yang buruk, tetapi kondisi tersebut bisa diartikan bahwa Anda perlu perjalanan yang sedikit lebih lama dibanding kebanyakan orang untuk bisa mencapai titik akhir yang diinginkan.
Berani mencoba lalu berakhir gagal itu lebih baik daripada diam tidak melakukannya sama sekali. Usahakan jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, karena hal itu akan menyakiti dirimu sendiri.
Tidak apa-apa jika kali ini Anda terjatuh, karena saat ini yang dilakukanmu adalah berproses. Percayalah, ketika satu pintu tertutup makan pintu lainnya akan dibuka untukmu.
5. Bukan Waktunya Istirahat, Aku Harus Tingkatkan Kualitas Diriku
Ucapan negatif tersebut tentu akan menyakiti dirimu sendiri. Anda akan sakit setelah membayar agar upaya overthinking tidak berakhir menjadi kenyataan.
Semangat memang hal yang disarankan, tetapi tubuhmu juga bagaikan mesin yang jika terus dipanaskan akan berakhir rusak.
Sayangi dirimu sendiri dan pastikan asupan istirahat tetap menjadi prioritas utama agar kualitas pekerjaan tetap dapat terjaga.
6. Hal-Hal Besar Akan Datang Kepadaku dengan Mudah
Meski pesimis itu tidak baik, tetapi jangan sampai pikiran tersebut membuat Anda terlena.
Realita kehidupan tidak semudah yang dibayangkan, terkadang orang lain tidak akan mengerti perasaan dan keinginmu.
Dengan demikian, berusahalah untuk tetap mengandalkan diri sendiri ketimbang berharap lebih mendapat bantuan dari orang lain.
Pasalnya aktor dari kehidupanmu adalah dirimu sendiri, bukan orang lain.
7. Gara-gara Masa Laluku, Masa Depanku Berakhir Jadi Seperti Ini
Berhentilah mengatakan ucapan negatif tersebut, karena masa depan tetap bisa berubah dan tidak ditentukan dari bagaimana masa lalumu.
Meski perasaan tersebut patut diakui dan selalu menghantuimu, percayalah upaya kerasmu saat ini tidak akan menghianatimu hanya karena siapa dirimu di masa lalu.
8. Aku Tidak Bisa Hidup Tanpa Mereka yang Telah Pergi
Terkadang agar dirimu bisa hidup dengan lebih sehat caranya adalah melepaskan kepergian seseorang.
Kesedihanmu saat ini bukan tidak mungkin bagian dari jebakan zona nyaman yang secara tidak langsung akan memberi sinyal bagimu untuk terus menerus bertahan dalam penderitaan.
9. Aku Memang Begini Karena Diriku Berbeda dari Kebanyakan Orang
Tidak ada yang salah menjadi sosok atau pribadi yang langka, tetapi cobalah untuk mengurangi pemakluman tersebut.
Mulailah untuk memahami perasaan dan kondisi orang lain dan coba melihat dari sisi lainnya.
Harus diakui, menjadi orang yang berbeda pun juga unik maka gunakanlah keunikan Anda untuk mencapai kesuksesan dengan caramu sendiri.***