Insecure hingga Merasa Dirimu Jelek, Bisa Jadi 5 Pengalaman Traumatis Ini Pernah Kamu Lewati


inNalar.com –
Apakah harimu dipenuhi dengan perasaan insecure hingga saat bercermin kamu tidak jarang berkata, ‘Mengapa wajahku jelek?’. Psikolog Klinis asal Chicago Aimee Daramus, PsyD, mengungkap perasaan ketidakmampuan dalam diri ini dapat membuat seseorang merasa tidak percaya diri.

Perspektif Ilmu Psikologi berbicara, perasaan insecure yang mengganggu keseharian seseorang rupanya tidak lepas dari pengalaman traumatis yang membekas di alam bawah seseorang.

Jadi, beri waktu dirimu untuk menenangkan diri, merenung, dan tanyakan kembali pada dirimu dengan perlahan apakah ada pengalaman traumatis yang membuatmu melontarkan kata ‘jelek’ pada dirimu di depan kaca?

Baca Juga: Bukan Antisosial dan Pemalu, Inilah 4 Tipe Introvert yang Jarang Orang Tahu

Jika kamu tidak mengucapkan demikian, apakah kamu adalah orang yang selalu takut ketika menatap mata seseorang yang sedang berbicara denganmu? Ataukah kamu gemetaran dan cenderung menundukkan kepala saat berjalan di tempat keramaian?

Sebaiknya mulailah untuk mencari tahu penyebabnya dan mulai berupaya untuk mengobati luka dalam yang bisa jadi selama ini tidak kamu sadari.

Patut diakui, tindakan tersebut menjadi bagian dari cerminan rasa insecure. Inilah yang membuat dirimu sering tampil tidak percaya diri dan menilai bahwa orang lain selalu lebih baik darimu.

Baca Juga: 10 Rahasia yang Tidak Akan Pernah Dibocorkan Orang Cerdas Ke Khalayak Publik

Jika demikian, yuk tengok dahulu apakah insecure yang kamu rasakan sekarang adalah pengalaman traumatis di masa kecil atau baru-baru ini terjadi? Tengok lima poin berikut ini.

1. Bullying
Apakah kamu sebelumnya pernah melalui pengalaman traumatis atau masa berat di mana dirimu sering diejek atau dikomentari secara tidak baik oleh lingkungan sekitarmu?

Jika dirimu selalu muram melihat dirimu di hadapan kaca seolah tidak puas dengan salah satu bentuk tubuhmu dan tidak jarang kamu pun berkata ‘jelek’ pada dirimu, bisa jadi di masa lalu kamu sempat di-bully oleh orang atas fisikmu.

Baca Juga: Sering Bertengkar dan Tidak Menghargai? Jika 9 Tanda Ini Muncul, Segera Akhiri Hubunganmu

Komentar buruk orang yang merendahkanmu membekas di hatimu dan pada akhirnya kamu mempersepsikan diri sebagaimana apa yang mereka persepsikan tentangmu.

Bentuk bullying dapat terjadi baik di dunia nyata mau pun komentar negatif di dunia maya seperi media sosial. Biasanya hal negatif tersebut terjadi pada masa kanak-kanak atau remaja.

Tanpa sadar, pada saat dewasa kamu membawa pengalaman traumatis atau luka masa lalumu hingga dirimu kesulitan untuk bisa percaya diri.

Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan di Balik Sikap Seseorang, Salah Satunya Tampil Hebat Tapi Sebenarnya Memendam Trauma

2. Pengaruh Media
Kamu bukan korban bullying di masa lalu, tetapi tetap merasa insecure? Coba lihat kembali, apakah dirimu sering terpapar oleh informasi tentang standar kecantikan tertentu? Barangkali inilah pengalaman traumatis yang kamu alami.

Dengan bertebarannya standar kecantikan tertentu, kamu membandingkan dirimu dengan para artis atau public figure lainnya yang sering berseliweran di media sosial.

Tuntutan terhadap dirimu seketika menjadi amat tinggi. Padahal, cantik dan manis memiliki standar yang relatif bagi setiap orang.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Santai Tapi Dahsyat untuk Membuat Kamu Lebih Cerdas Setiap Hari

Namun perlu disadari, tampilan sempurna yang terlihat di berbagai hasil jepretan media sosial sejatinya merupakan hasil perpaduan pengaturan filter, cahaya, hingga angle.

3. Tuntutan Lingkungan
Sedari kecil, apakah kamu terbiasa ditumpu oleh ekspektasi tinggi dari lingkungan sekitarmu? Jika iya, bisa jadi inilah pengalaman traumatis yang membuatmu kini terasa kewalahan dengan perasaan insecure yang rasanya sulit dikontrol.

Kecemasan sosial lama kelamaan muncul dikarenakan perasaan cemas akan gagal tidak dapat memenuhi ekspektasi pihak lain.

Sadarilah bahwa kehidupan ini, kamu sendirilah yang menjalaninya. Jangan sampai pihak lain merenggut batinmu hanya karena komentar negatif yang tidak berdasar tentangmu.

4. Sering Dibanding-bandingkan oleh Orang Tua
Masalah klasik tetapi hal semacam ini harus diakui mampu membawa pengalaman traumatis bagi seseorang.

Pengalaman traumatis ini menyebabkan perasaan insecure yang seringkali baru terasa sulit untuk diatasi ketika dewasa.

Hal ini akhirnya membuat dirimu pun terbiasa membuat standar kehidupanmu dengan menjadikan orang lain sebagai tumpuannya.

percayalah, setiap orang memiliki kelebihan dan perjalanan hidupnya masing-masing. Dirimulah aktor dalam kehidupanmu.

5. Terbiasa Diabaikan
Faktor sering diabaikan, ditinggalkan, bahkan ditolak secara terang-terangan oleh orang bisa membuat perasaan insecure kamu muncul.

Kejadiannya tidak mesti terjadi saat dirimu masih kecil, bisa jadi baru-baru ini kamu melewati fase terberatmu dalam hidup.

Untuk mengatasi pengalaman traumatis, mulailah dengan melatih self love atau berupaya mencintai dirimu sendiri.

Kurangi menengok kehidupan orang lain hingga kamu benar-benar merasa mampu mencegah dirimu membandingkan diri dengan orang lain.

Menurut riset, olahraga dapat menjadi salah satu kegiatan yang mampu menumbuhkan rasa percaya dirimu.

Melakukan hal yang menyenangkan bagimu dan terus fokus mengembangkan diri tanpa perlu banyak memperhatikan kehidupan orang lain dapat menjadi salah satu cara dirimu bangkit dari titik terendahmu.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]