

inNalar.com – Rajab menjadi istimewa sebenarnya tidak berdiri secara sendiri, melainkan bersama 4 bulan kalender hijriah lainnya.
Itulah sebenarnya yang dimaksud bulan-bulan haram atau suci di dalam Islam, termasuk salah satunya yaitu Rajab.
Biasanya di Indonesia bulan ini dianggap istimewa dengan amalan puasa sunnah, karena diyakini ada dasar yang menganjurkannya.
Namun perlu diperhatikan, sebab ada tuntunan melakukan untuk amalan-amalan pada bulan Rajab yang perlu diperhatikan.
Selain puasa, ada juga amalan lain yang dianggap dianjurkan pada bulan istimewa ini yaitu beriktikaf di masjid.
Dirangkum inNalar.com dari berbagai sumber pada Rabu, 3 Februari 2022 bulan ini memiliki keistimewaan dan amalannya.
Baca Juga: Hukum Puasa Rajab, Bid’ah? Simak Penjelasan Langsung dari Buya Yahya di Sini, Muslim Wajib Paham
Bulan haram di dalam Islam ada empat di antaranya yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram yang berurutan.
Sementara ada satu lagi yang terpisah yakni Rajab, bulan-bulan haram atau suci itu berbeda dengan lainnya.
Pada keempatnya dilarang terjadi pembunuhan termasuk perang dan penekanan lebih pada hal yang diharamkan.
Secara umum pada bulan haram termasuk Rajab dianjurkan banyak melakukan amal ketaatan, seperti puasa sunah.
Salah satu ulama yang melaksanakan dan menganjurkan puasa ini yaitu Sufyan Ats Tsauri juga melaksanakan.
Sufyan Ats Tsauri mengaku bahwa dirinya sangat suka melakukan amalan puasa pada bulan haram termasuk Rajab.
Maka dari itu bagi yang ingin mengamalkan puasa sunah sangat dianjurkan sekali di bulan Rajab ini.
Di antara puasa sunah yang bisa dikerjakan yaitu hari di antaranya Senin-Kamis dan ayyamul bidh.
Puasa daud juga bisa dilaksanakan bagi yang biasa melakukannya sehari-hari, selain itu amalan lainnya juga bagus.
I’tikaf di masjid, sholat tahajud, menolong orang, sedekah, infaq, dan lain sebagainya juga masih termasuk amalan.
Yang paling penting, keistimewaan Rajab dan 4 bulan haram lainnya tetap bukan berarti melebihkannya setara Ramadhan.***