

inNalar.com – Mengungkap kebohongan seseorang bisa jadi tantangan tersendiri. Meski terkadang firasat kita merasa seseorang sedang tidak jujur, mengenali tanda-tanda kebohongan tidak semudah yang kita bayangkan.
Pembohong ulung sering kali mampu menyusun cerita dengan rapi, sehingga sulit bagi orang lain untuk mendeteksi bahwa mereka sedang memutarbalikkan fakta.
Penelitian menunjukkan bahwa kebohongan itu hadir dalam berbagai bentuk. Dari kebohongan kecil seperti memuji penampilan seseorang yang sebenarnya tidak kita sukai, hingga kebohongan besar yang dapat berakibat serius seperti pemalsuan dokumen atau menutupi tindakan kriminal.
Baca Juga: Karakter Anda si Petualang Atau Pemilih? Ungkap Jawabannya Lewat 9 Cara Makan Berikut
Menariknya, para ahli menyebutkan bahwa meskipun sebagian besar orang pernah berbohong, hanya sebagian kecil dari kebohongan itu yang benar-benar terbongkar.
Salah satu alasan utama mengapa kebohongan sulit dideteksi adalah karena pembohong yang pandai mampu menutupi kebohongan mereka dengan baik.
Mereka menggunakan bahasa tubuh dan pola bicara yang tampak alami untuk menyembunyikan niat sebenarnya.
Baca Juga: Lebih Suka Sosis, Nugget, atau Bakso? Sifat Asli Anda Bisa Terlihat dari Makanan Pilihanmu
Meski begitu, terdapat beberapa petunjuk halus yang dapat membantu kita mengenali kebohongan, terutama dari perilaku fisik seseorang.
Tanda-Tanda Seseorang Berbohong
Ada beberapa tanda umum yang bisa menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong. Beberapa di antaranya adalah:
1. Mengulangi pertanyaan sebelum menjawab
Pembohong cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk menyusun jawaban mereka, sehingga mereka sering mengulangi pertanyaan untuk mengulur waktu.
2. Mengulang cerita yang sama
Pengulangan cerita yang terlalu sering bisa menandakan bahwa seseorang sedang berusaha mengingat-ingat kebohongannya agar tetap konsisten.
3. Berbicara dengan penggalan kalimat
Pembohong sering kali berbicara dengan potongan kalimat yang tidak tuntas karena mereka mencoba berpikir dua kali sebelum berbicara.
4. Kurang detail dalam ceritanya
Mereka mungkin tidak mampu memberikan rincian spesifik karena ceritanya sebenarnya tidak nyata.
5. Menghindari jawaban langsung
Ketika ditanya pertanyaan sederhana seperti “ya” atau “tidak”, pembohong sering kali memberikan jawaban yang berbelit-belit.
6. Perubahan kecepatan berjalan
Perubahan dalam cara berjalan seseorang, seperti melambat atau tergesa-gesa, bisa jadi tanda bahwa mereka sedang merasa tidak nyaman atau gugup.
7. Postur tubuh yang kaku
Pembohong sering menunjukkan postur tubuh yang tegang atau canggung.
8. Tanda-tanda fisik yang mencolok
Peningkatan keringat, otot yang tegang, atau kegelisahan bisa menunjukkan respons tubuh terhadap stres berbohong.
Meski banyak yang percaya bahwa bahasa tubuh dapat memberikan petunjuk pasti, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidak ada satu tanda pun yang sepenuhnya akurat dalam mendeteksi kebohongan.
Misalnya, penelitian dari psikolog Howard Ehrlichman menemukan bahwa gerakan mata, yang sering dikaitkan dengan kebohongan, sebenarnya lebih mencerminkan aktivitas otak saat seseorang mengakses memori jangka panjang, bukan tanda berbohong.
Dalam konteks ini, penting untuk tidak hanya mengandalkan satu tanda fisik saja. Kebohongan sering kali terungkap melalui kombinasi berbagai petunjuk, baik dari bahasa tubuh, nada bicara, maupun isi percakapan.
Meskipun sulit untuk mendeteksi kebohongan dengan tepat, mengenali beberapa tanda umum dapat membantu Anda lebih waspada dalam berinteraksi dengan orang lain.
Tanda-tanda fisik, meski tidak selalu akurat, bisa menjadi petunjuk awal bahwa seseorang mungkin tidak jujur.
Namun, selalu penting untuk tidak langsung mengambil kesimpulan tanpa mempertimbangkan konteks secara menyeluruh.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi