5 Tahap yang Harus Anda Kuasai Ketika Memulai Bisnis dari Nol

inNalar.com – Setiap entrepreneur atau wirausaha mempunyai tanggung jawab penuh atas keseluruhan bisnis yang ia bangun. Mereka sering kali menghadapi kesulitan, kekhawatiran, dan risiko kegagalan ketika baru memulai bisnisnya dari nol.
 
Kebanyakan wirausaha membangun bisnis dari nol, mengalami fase jatuh-bangun, sampai akhirnya berhasil memiliki usaha/perusahaan dan bisa menggaji ratusan bahkan ribuan karyawan.

Menjadi pengusaha adalah sebuah proses dan itu semua tidak bisa dilakukan secara instan. Modal uang banyak tidak menjamin bisnis menjadi besar dan sukses.

 
Tentu semua itu ada perencanaan dan tips-tips yang matang agar bisnis kita tidak berhenti ditengah jalan, silahkan simak 5 tips dibawah ini yang dilansir dari kanal youTube Ngomongin Uang.

1. Merancang konsep bisnis

Bisnis yang akan digeluti harus sesuai kebutuhan pasar dan kelangkaan (demand yang tinggi, supply yang rendah), karena banyak orang saat memulai bisnisnya banyak yang tidak memperhatikan konsep sederhana ini, padahal penting juga.

Pertama, kita harus liat kebutuhan pasar terlebih dahulu, maksudnya apa yang dibutuhkan orang sehingga nanti orang tersebut datang ke kita untuk memenuhi kebutuhannya itu.

Kedua, kelangkaan produk kita di pasaran, jikalau di pasarnya sudah banyak yang menjualnya, maka kesempatan produk kita laku juga akan terganggu.

Nah, ketika konsep bisnis sudah terbentuk, sudah menemukan produk yang dibutuhkan, dan penyedia produk masih terbatas, kita lanjut tips selanjutnya yakni tentukan target konsumennya.

 
Baca Juga : Bursa Transfer Musim Dingin 2022 Berakhir, Liverpool Gagal Rekrut Fabio Carvalho dari Fulham

2. Tentukan target konsumen

Nah disini kita juga perlu tau terlebih dahulu, siapa sih target konsumen kita? kira-kira siapa sih yang akan membeli produk kita? kira-kira yang membeli nanti kebanyakan pria atau wanita? umurnya berapa? dan masih banyak lagi.

Mengenal siapa target konsumen kita adalah tahap penting yang menjadi brand kita nanti, soalnya itu semua harus ditentukan dari awal agar kita mudah untuk menjalankannya.

3. Fokus pada kepuasan konsumen

Kita harus fokus pada kepuasan konsumen atas produk atau jasa kita. Kesannya sepele banget, justru ini adalah tahap terpenting.

Misalnya kita membuat bisnis rumah makan bisa gak nih kita membuat konsumen kita puas? mulai dari menunya lengkap, cepat penyajiannya, bersih tempatnya, opsi pembayarannya lengkap. Kalau semua itu sudah terepenuhi dan konsumen merasa puas, nanti bakalan si konsumen akan kembali lagi ke rumah makan kita.
 
Ketika sudah masuk tahap ini kalian sudah memikirkan strategi jangka panjang, kalau kalian mau usaha kalian bertahan terus, ya kuncinya kalian harus merencanakan keuangannya.

Ya, karena keuangan adalah nafas dari sebuah bisnis. Setiap bisnis mungkin mempunyai rencana keuangan yang berbeda satu sama lain, katakanlah sebuah usaha konvesional tentu rencana keuangannya akan berbeda dengan usaha startup digital.

Tapi, apapun bentuk usahanya yang hal yang paling penting dalam merencankan keuangan adalah menjaga cashflow.

Buat kalian yang usahanya konvesional tentu akan berusaha untuk menjaga cashflow yang positif setiap bulannya.

Namun, berbeda dengan kalian yang usahanya startup digital mungkin fokus awalnya bukan cashflow yang positif setiap bulannya. Tapi seengaknya kalian harus jaga cashflow sesuai dengan rencana kamu. Supaya nafas dari bisnis kalian tetap terjaga sampai kalian profit.

Selanjutnya, tahap yang terakhir yaitu kalian harus punya produk yang unik. supaya orang tidak sembarangan meniru  usaha yang kalian buat.

Kalian harus kasih alasan yang kuat, kenapa mesti nyobain di tempat kalian?, kenapa gak beli di toko sebelah aja?

 
Dalam istilah bisnis ini adalah Competitive Advantage (Keunggulan produk yang unik dibandingkan dengan para kompetitor).

Dan yang paling penting ada keunggulan yang beda dengan yang lain, misal diharganya yang murah tapi kualitas unggul atau bisa apa aja yang penting unik dan tidak mudah untuk ditiru.***

 

Rekomendasi