

inNalar.com – Berikut adalah Al Quran Surah Al Baqarah mulai ayat 11 hingga 20 yang dilengkapi dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
Ada beberapa adab yang harus diperhatikan umat muslim sebelum membaca Al Quran.
Diantaranya, harus dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar, dan wajib dalam kondisi sudah berwudhu.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 1 Sampai 10 Lengkap dengan Lafadz dan Terjemahannya
Hukum membaca Al Quran yakni sunnah, apabila dilakukan akan mendapat pahala, dan ketika ditinggalkan tidak menimbulkan dosa.
Sebagai catatan, Syekh Ibnul Jazari mengatakan, melantunkan ayat suci dalam Al Quran wajib hukumnya menggunakan Tajwid.
Siapa saja yang membaca Al Quran tanpa memakai Tajwid, hukumnya dosa. Karena sesungguhnya Allah SWT menurunkan Al Quran dengan Tajwidnya.
Al Quran Surah Al Baqarah Ayat 11-20 dan Terjemahannya
11. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”
12. Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
13. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!” Mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu.
14. Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”
15. Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
16. Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.
17. Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
18. Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.
19. Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.
20. Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi