

inNalar.com – Berhenti sebentar, tahan dan jangan terburu-buru scroll ke bawah. Beri dirimu sedikit waktu untuk menjawab pertanyaan kecil ini, “Sudah berapa kali kau berpikir untuk menyerah?” Satu kali? Dua kali? Mungkin kesulitan untuk menjawabnya dengan angka, sebab pikiran itu barangkali sudah akrab dengan kita. Namun, selamat! Kamu sanggup bertahan sejauh ini.
Konteks “menyerah” tertuju pada banyak hal. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyerah berarti berserah; pasrah, memberikan dirinya kepada yang berwenang, menurut saja (sekehendak orang); tidak melawan, mengaku kalah; tunduk (tidak akan melawan lagi). Makna berserah; pasrah dalam menyerah mengarah pada konteks ketuhanan yang diperjelas dengan kita tidak mampu berbuat apa-apa selain dari – kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Konsep berserah; pasrah memiliki arti yang dekat dengan konsep tawakal, yakni pasrah diri kepada kehendak Allah. Namun, “menyerah” dalam konteks kehidupan sehari-hari manusia lebih mengarah kepada mengaku kalah atau tidak melawan.
Baca Juga: Ulasan Film Merindu Cahaya de Amstel, Cinta Berarti Menerima
Setiap orang punya impian dan setiap orang berhak memiliki mimpi. Kamu perlu tahu itu. Namun, jika kamu berani bermimpi, maka kamu juga harus berani mewujudkannya.
1.Hargai Pencapaian Kecil
Kita boleh ambisius tapi jangan sampai menyingkirkan pencapaian-pencapaian kecil. Lihatlah ke belakang dan sadari kalau kamu sudah sejauh ini. Tanpa pencapaian-pencapaian kecil itu kamu tentu tidak sampai di sini. Kumpulkan yang kecil-kecil dan hargai semua itu selagi kamu mencari cara dan menyusun upaya untuk mencapai hal besar.
2.Ingat, tidak ada yang instan
Sabar adalah kunci penting. Misalkan saja kamu bermimpi untuk menjadi penulis terkenal. Apakah kamu secara instan bisa langsung jadi penulis? Tentu saja tidak. Kamu harus menjalani proses panjang sebelum itu. Kamu perlu belajar banyak hal seperti tata cara penulisan, tanda baca, dan kiat-kiat menulis dengan baik. Nah, untuk menjadi seorang penulis buku terkenal, kamu perlu berjuang menciptakan buku yang disukai oleh banyak orang. Jadi, apapun impianmu, tidak ada yang instan dan kamu harus bersabar menjalani semua prosesnya. Ingat, bahkan untuk memakan mie instan kamu masih harus melakukan usaha-usaha tertentu sebelum menyantapnya.
Baca Juga: Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala, Novel yang Recomendded untuk Kalian
3.Bukan menyerah tapi berbenah
Jika kamu sedang down karena kegagalan, maka menyerah bukan pilihan yang tepat. Jika kamu berhenti sekarang, bisa jadi keberhasilanmu ada di langkah selanjutnya. Namun kamu terlanjur berhenti dan kamu hanya mendapatkan kegagalan dan kegalauan. Padahal kamu bisa saja mencari celah dan kekurangan dari langkah yang telah kamu ambil lalu mencari perbaikan untuk langkah selanjutnya. Ingat kata-kata ini, “Give all your sweat today, so there will be no tears tomorrow.”
4.Hidup itu sendiri adalah proses
Bahkan ketika kamu telah mencapai impianmu, hidup ini tetaplah sebuah proses. Kamu butuh proses panjang untuk mencapai impian itu. Kamu masih akan memiliki impian-impian lain dan kamu akan terus menjalani proses. Setiap apa yang kamu inginkan, kamu lakukan, semua butuh proses. Kamu hanya perlu tetap bertahan dalam menjalani prose situ, bersabar, dan lakukan yang terbaik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi