

inNalar.com – Pada Jornada ke-23 La liga, Minggu 6 Februari 2022, malam ini. Barcelona akan menjamu Atletico Madrid di La Liga Santander, dimana Xavi akan berusaha untuk mengalahkan sang juara bertahan itu di Blaugrana, Camp Nou.
Sepuluh tahun sejak penunjukan El Cholo (Julukan Diego Simeone) di Los Rojiblancos, ia akan menghadapi pelatih Barcelona kedelapan yang saat ini sedang dijabat oleh Xavi Hernandez.
Sebelum kedatangan Xavi sebagai pelatih ke Blaugrana, El Cholo sendiri sudah pernah menghadapi tujuh pelatih sebelumnya yang diantaranya ada nama Pep Guardiola.
Ketika Diego Simeone mengambil alih Atletico Madrid pada Desember 2011, saat itu Barcelona sedang menjadi salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola di bawah Pep Guardiola. Pada waktu itu, Guardiola dianggap telah membawa berbagai kesuksesan yang belum pernah terjadi dalam sejarah El Barca.
Setelah Pep Guardiola meninggalkan klub pada 2012, mendiang Tito Vilanova kemudian ditunjuk menjadi pelatih Barcelona untuk musim 2012/13. Setelah Vilanova lalu datanglah nama pelatih lain, yaitu Tata Martino.
Tata Martino hadir di saat sebelum periode emas lainnya di bawah Luis Enrique dari 2014 hingga 2017. Ernesto Valverde kemudian menggantikan Luis Enrique sebelum masa singkat Quique Setien di Camp Nou, yang kemudian diikuti dengan kedatangan Ronald Koeman sebagai Entrenador.
Baca Juga: Gol Kovacic Ke Gawang Liverpool Dinobatkan Sebagai Premier League Goal of the Month Di Januari
Setelah tergusurnya Koeman dari kursi kepelatihan Blaugrana, Xavi memiliki tugas penting pada Jornada ke-23 La Liga. Karena ia akan menjadi orang kedelapan yang menduduki kursi panas Barcelona selama sepuluh tahun terakhir.
Sedangkan Luis Enrique , Pelatih tim nasional Spanyol saat ini, terbukti menikmati banyak kesuksesan selama tiga musim di Barcelona, terutama dalam pertandingan melawan Atleti era kepelatihan Simeone. Enrique dan Simeone, tercatat telah berhadapan dalam 12 laga Barca vs Atleti.
Dari 12 laga tersebut, serdadu Luis Enrique menjadi yang terbaik setelah menikmati sembilan kemenangan, serta dua hasil imbang dan hanya satu kekalahan dari skuad Simeone.
Satu kekalahan itu terjadi di perempat final Liga Champions pada 2015/201616. Musim tersebut adalah di mana Atleti mencapai final melawan Real Madrid dan hampir meraih gelar juara.
Baca Juga: Gol Kovacic Ke Gawang Liverpool Dinobatkan Sebagai Premier League Goal of the Month Di Januari
Pertarungan antara Los Rojiblancos versus Blaugrana malam ini, adalah sebagai tolok ukur yang baik bagi kedua tim dalam memahami apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan performa mereka di sisa musim ini.
Xavi sendiri sebelumnya diketahui telah “mewarisi” keadaan tim yang tengah kacau, baik di luar lapangan maupun di dalam lapangan.***