

inNalar.com – Peringati Isra Miraj 2022 atau 1443 H alangkah baiknya menyimak kisah Umar bin Khattab ketika di Palestina.
Palestina yaitu tanah penuh berkah di sekitar kejadian Isra Miraj Rasulullah SAW seperti yang disebutkan di Al Quran.
Ketika Umar bin Khattab menjadi khalifah sepeninggal wafatnya Rasulullah SAW lalu kemudian Abu Bakar As Shidiq.
Baca Juga: Arti Bunga Mawar di Perayaan Valentine Day, Setiap Warna Punya Maksud yang Berbeda
Umar bin Khattab memerintahkan Abu Ubaidah, Khalid, dan Muawiyah yang mana berhasil membebaskan Suriah dan pesisir Levantina.
Ketiga orang tersebut diharapkan Umar bin Khattab agar segera menuju Yerusalem dan bergabung bersama pasukan Amr.
Dirangkum inNalar.com dari berbagai sumber pada Minggu, 6 Februari 2022 ternyata tidak terjadi peperangan yang diantisipasi.
Setelah Panglima Artavon dan Patriarch Sophronius berdebat, antara bernegosiasi damai atau mengangkat senjata perang bertahan.
Akhirnya yang dipilih adalah negosiasi damai, bukan atas dasar ketakutan kepada kaum hegemoni kaum muslimin.
Tetapi lebih didasari karena keyakinan di mana sudah saatnya orang lain mengambil alih kekuasaan tanah di sekitar Yerusalem.
Baca Juga: Ubah Mindset, Maka Hidupmu Akan Terasa Lebih Baik
Maka diadakanlah syarat damai yang salah satunya harus diterima langsung oleh pemimpin kaum muslimin yaitu Umar bin Khattab.
Maka datanglah Umar bin Khattab di Palestina saat ini, dirinya seperti biasa tidak ada yang berbeda dan sederhana.
Menyaksikan hal tersebut, Uskup Agung Patriarch Sophronius menyambut dengan salam hangat kepada Umar bin Khattab.
Baca Juga: Ayah Mertua dari Menparekraf Sandiaga Uno Meninggal Dunia di Singapura
Umar bin Khattab kemudian berjanji untuk memberi jaminan keamanan bagi non muslim, tempat ibadah juga dibiarkan saja.
Tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam, dan ada satu point tentang orang Yahudi dilarang tinggal di Aelia.
Tetapi yang terakhir ini tidak dilanjutkan oleh Umar bin Khattab, karena itu adalah usulan dari Uskup Patriarch Sophronius.
Umar bin Khattab benar-benar menyadari pentingnya pondasi toleransi yang sesungguhnya dan dibawa serta diajarkan oleh Islam.***