[Cerpen] The Same Person

inNalar.com – Berikut adalah cerita pendek (cerpen) bertajuk “The Same Person” yang dikarang oleh salah satu penulis inNalar.com bernama Nurul Olive, baca selengkapnya di bawah ini. 

 

The Same Person

“Jika gelombang adalah tanda cintanya angin kepada laut, maka sebuah benda kecil  yang telah melingkar di jari manismu itu adalah tanda cintaku padamu. Aku tidak sabar menunggu hari istimewa itu.”

Sebuah notifikasi chat WhatsApp muncul di ponsel Kiara. Nama pengirim yang tertera di sana membuat ia malas untuk sekedar membukanya. Nama yang sebenarnya sangat ingin ia hapus dari kontak dan ingatannya. Mengapa harus Danu? Mengapa yang seharusnya telah menjadi masa lalunya kini justru kembali lagi?

Kiara berprinsip bahwa apa yang telah ia lewati dulu cukup menjadi pelajaran baginya. Baginya, sebelas tahun cukup untuk melupakan seorang Danu, mantan pacarnya ketika ia baru duduk di bangku SMA. Buat Kiara, cintanya dahulu tidak lebih dari sekedar permainan saja seperti kebanyakan ABG pada masanya.

Baca Juga: 10 Link Twibbon Tema Valentine 2022, Bikin Valentine-mu Semakin Berwarna

Tak disangka justru Danu tidak pernah menjalin kasih dengan siapapun pasca putus dengan Kiara. Ternyata Danu masih menyimpan cinta yang begitu dalam untuk Kiara. Kiara membuka kotak berisi cincin yang hanya dipakai ketika bertemu Danu. Oh, haruskah aku melanjutkan skenario-Mu Tuhan? Meski Kau tahu kini tidak ada sedikitpun rasa cinta yang tersisa untuk Danu?

Kiara tidak mampu berkata-kata kala Danu datang membawa sesuatu yang seolah akan ‘mengikatnya’. Awalnya Kiara menganggap itu adalah candaan yang konyol dan ledekan untuk Kiara yang sudah lima tahun menjomblo. Tak disangka dibalik wajah tengil Danu, ia memiliki sisi romantis yang sebenarnya tidak diharapkan oleh Kiara.

Kiara terpatung menerima persembahan tulus dari Danu. Meski nurani Kiara ingin menolak, namun rasanya bibir Kiara tak mampu berkata-kata. Kegugupan menguasai dirinya kala itu. Danu tidak memaksa, hanya Kiara saja yang merasa bodoh karena menerima pemberian Danu begitu saja.

Baca Juga: Ingin Bepergian ke Luar Negeri? Simak Aturan Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi

Bulan pernikahan membuat intensitas bertemu antara Kiara dan Danu semakin sering. Tentu saja Danu selalu meminta Kiara untuk menemaninya memenuhi undangan. Layaknya sepasang kekasih, Danu selalu menggandeng lengan Kiara dengan erat. Kiara tidak merasakan apapun. Sejujurnya ia sudah mati rasa. Namun tidak tahu harus bagaimana. Cincin ini sudah terlanjur ‘mengikat’ Kiara seolah dirinya tidak boleh bersuara.

Dari kejauhan, seorang perempuan berkebaya biru melambaikan tangannya pada Kiara. Kiara menyipitkan mata minusnya demi melihat dengan jelas sosok yang menyapanya.

“Ah, Revi!” Pekiknya tertahan. Revi berlari dengan agak kesulitan karena high heels-nya yang cukup tinggi lalu menyambar ke pelukan Kiara.

“Udah berapa purnama kita nggak ketemu, Ra?!” Seru Revi sumringah.

“Ternyata yang nikah temen kamu juga, Rev? Dunia sempit banget, ya!” Kiara tak kalah heboh bertemu dengan teman sebangkunya kala SMA itu.

“Sama siapa kesini?” Tanya Revi sambil mengambil tempat duduk.

“Ehm, sama temen.” Jawab Kiara sambil nyengir datar. “Lah, kamu sama siapa kesini?” Kiara bertanya balik.

“Sendiri. Efek jomblo menahun.” Bisik Revi malu. “Makan dulu, ah. Jadi jomblo harus strong.” Revi sudah siap dengan piring berisi nasi dan lauk di tangannya. Kiara hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah temannya.

Baca Juga: Jelang Hari Valentine, Berikut Deretan Pesepakbola Yang Lahir di Hari Kasih Sayang. Selengkapnya di Sini

Mata Revi tidak sengaja melihat cincin di jari Kiara. Sebagai orang dengan rasa penasaran yang amat kuat, tentu saja ia langsung menyerbu Kiara dengan pertanyaan.

“Kamu udah tunangan, Ra?” Suara kencang Revi mengalir tanpa aba-aba. Kiara sontak membekap mulut Revi sambil melihat ke sekeliling dengan tatapan-tatapan aneh tamu undangan lainnya.

“Sssttt … !” Kiara meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya.

Please, jangan heboh dulu. Sebenarnya aku nggak terlalu suka sama orang ini.” Kiara bicara jujur.

“Loh?! Terus kenapa bisa sampe tunangan?” Kiara kesal mendengar volume suara Revi yang tidak juga mengecil. “Eh, iya maaf. Hehehe.” Kiara mendengus. Dengan menyingkirkan rasa jengkelnya kepada Revi, akhirnya Kiara buka suara tentang pertunangan yang tidak diinginkan itu.

Baca Juga: Tak Melulu Mawar dan Cokelat, Ini 8 Rekomendasi Kado Valentine Antimainstream

“Kira-kira siapa ya, cowok yang tidak beruntung itu? Wkwkwk!” Revi bertanya-tanya. “Ra, aku juga mau minta solusi, nih.” Sekonyong-konyong Revi curhat.

“Apa?” Kiara masih terlihat kesal.

“Aku lagi suka sama temen SMA kita dulu. Dua bulan lalu aku sempat ketemu dia di nikahannya Maretha. Bla … bla … bla …” Revi bercerita panjang lebar tentang cowok idamannya itu. “Yah, gitu deh, Ra. Eh, eh, Ra! Lihat, deh! Itu dia orangnya. Dia juga dateng kesini ternyata!” Revi berdiri dan berseru begitu melihat sosok yang tadi ia ceritakan datang menghampiri tempat mereka duduk.

Kiara menoleh ke belakang namun kemudian membelalakkan matanya.

“Reviii!! Itu cowok yang ngasih aku cincin ini!”

“Haaahhhhh??!!”

Kini gantian Revi yang membelalakkan mulutnya.***

Rekomendasi