

inNalar.com – Pernahkah kamu mengalami perasaan duka akibat kehilangan? Entah itu kehilangan teman setelah lulus kuliah atau akibat pindah kerja, kehilangan hewan peliharaan, hingga kehilangan akibat kematian orang terdekat.
Saat kamu mengalaminya, perasaanmu pasti terasa tidak nyaman. Perasaan duka akibat kehilangan tersebut membuatmu mengalami berbagai gejolak emosi.
Mulai dari perasaan tidak menyangka, terkejut, menyesal, hingga kesedihan yang mendalam. Semua perasaan tersebut merupakan suatu respon alami.
Baca Juga: Kode Redeem Game Free Fire 9 Februari 2022, Segera Tukar Sebelum Hangus
Kemudian, seberapa dalam kesedihan yang dirasakan seseorang pun tidak akan sama dan bersifat personal. Seseorang mungkin saja kehilangan sesuatu atau seseorang yang sama, tapi tiap orang akan merasakan pengalaman yang berbeda.
Bahkan sebelum melakukan perjalanan Isra Miraj, Rasulullah SAW juga pernah mengalami kehilangan orang tersayang. Besarnya rasa kesedihan akibat kehilangan tersebut, sehingga peristiwa ini pun dikisahkan sebagai tahun kesedihan.
Betapa tidak? Di dalam waktu yang relatif singkat, Rasulullah justru kehilangan dua pelindung utamanya saat dakwah di Makkah kian berat. Kedua orang tersebut tidak lain adalah istri dan paman tercinta.
Baca Juga: Belajar Latihan Soal PPKn Beserta Kunci Jawaban Untuk Kelas 9 SMP Semester 2
Betapa beratnya perjuangan dakwah Rasulullah saat itu yang kerap diliputi dengan celaan dan hinaan. Namun saat kembali pulang seusai berdakwah, tidak ada lagi sosok yang menghibur hati. Hingga akhirnya Allah pun menghibur Rasulullah melalui peristiwa agung Isra Miraj.
Tidak bisa dipungkiri, momen perpisahan terlebih kehilangan akibat kematian adalah pengalaman yang membuatmu tidak nyaman.
Kamu merindukan orang tersebut, namun tidak dapat mengubah rasa rindu menjadi aksi untuk bertemu. Sementara kehidupan pun terus berjalan.
Lalu, bagaimanakah caranya mengatasi rasa kehilangan itu?
Dilansir dari helpguide.org, perasaan duka akibat kehilangan adalah bagian tidak terpisahkan dari hidup.
Namun, selalu ada cara untuk berdamai dengan rasa kehilangan tersebut dan perlahan melanjutkan hidup, diantaranya:
1.Hadapi perasaanmu
Untuk menyembuhkan, kamu harus mengakui rasa sakitnya. Semakin kamu menghindari perasaan sedih itu, maka hanya akan memperpanjang proses berduka. Kesedihan yang tidak terselesaikan juga dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan lainnya.
2.Ekspresikan perasaanmu dengan cara yang kreatif
Walaupun kamu tidak dapat membicarakan kehilanganmu dengan orang lain, namun kamu perlu mengekspresikan perasaan tersebut. Misalnya dengan menuliskan pikiran dan perasaannu di dalam jurnal atau menjadi sukarelawan untuk suatu tujuan yang berhubungan dengan kehilanganmu.
3.Cobalah untuk mempertahankan hobi dan minatmu
Walaupun saat berduka kamu tidak ingin melakukan apa-apa, seolah waktu juga juga terhenti untukmu. Namun kembali ke rutinitas dan aktivitas yang membuatmu bahagia dan menghubungkanmu ke orang lain dapat membantumu mengatasi kehilangan dan proses berduka.
Baca Juga: Perayaan Hari Pers Nasional 9 Februari 2022 Kendari, Wapres Berpesan Seperti Ini
4.Jangan biarkan siapa pun memberitamu bagaimana merasakannya, dan jangan beritahu dirimu sendiri bagaimana perasaannya
Kesedihanmu adalah milikmu sendiri sehingga tidak ada orang lain yang dapat memberi tahumu kapan saatnya untuk “move on” atau “mengatasinya.”
Biarkan dirimu merasakan apa pun yang kamu rasakan tanpa malu atau menghakimi. Tidak apa-apa untuk marah, menangis atau tidak menangis. Tidak apa-apa untuk tertawa, menemukan saat-saat kegembiraan, dan juga melepaskan ketika kamu siap.
Walaupun sedang berduka, bukan berarti kamu tidak boleh bahagia.
5. Jaga kesehatan fisikmu
Pikiran dan tubuh kita saling terhubung. Ketika kamu merasa sehat secara fisik, maka kamu akan lebih mampu mengatasinya secara emosional. Atasi stres dan kelelahan dengan cukup tidur, makan dengan benar, dan berolahraga.
Baca Juga: Peramal Bongkar Kepribadian Fuji hingga Rencana Thariq Halilintar Menikahi Adik Ipar Vanessa Angel
6.Rencanakan kegiatan saat rasa dukamu terpancing
Adanya peringatan momen-momen penting mungkin dapat membangkitkan kembali kenangan dan perasaan yang menyakitkan. Maka persiapkan dirimu untuk kembali merasakan gejolak emosi, dan ketahuilah bahwa itu benar-benar normal.
Pada saat-saat tersebut, kamu dapat merencanakan bahwa nanti kamu tidak akan sendirian. Sehingga kamu tidak akan begitu terpuruk saat ingatan dan kenangan tersebut hadir kembali.
Baca Juga: Jadwal Sholat Hari Ini Wilayah Depok dan Sekitarnya, Rabu 9 Februari 2022 atau 8 Rajab 1443 Hijriah
Sejatinya, perasaan sedih dan duka adalah emosi yang wajar sebagai manusia. Terlebih ketika seseorang yang berharga pergi meninggalkanmu. Tentu akan terasa menyakitkan pada awalnya, namun yakin dan percaya bahwa waktu pun perlahan akan membasuh luka. Kamu pun akan semakin kuat pada akhirnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi