

inNalar.com – Xi Jinping, Presiden China baru-baru ini mendapat sebuah kiriman pesan dari pemimpin Korea Utara. Pesan itu didapatkannya jelang pagelaran Olimpiade Musim Dingin Beijing. Kim Jong Un, pimpinan Korea Utara turut memberikan selamat kepada Xi Jinping. Dalam pesan itu, Kim Jong Un sempat menyatakan “kemenangan besar.”
Dikutip inNalar.com dalam sebuah artikel Pikiran-Rakyat,com bertajuk “Kim Jong Un Kirim Pesan ke Xi Jinping Mengklaim ‘Kemenangan’, Ada Apa?”. Dalam pesan itu, Kim tak lupa menuliskan serta meyakinkan Xi Jinping bahwa dirinya akan memastikan upaya pengembangan hubungan antara kedua belah pihak ke tahap yang lebih tinggi lagi.
Dilansir inNalar.com dari kanal berita The Straits Times, atas laporan the Korean Central News Agency (KCNA), pada Jumat, 4 Februari 2022, Kim mengutarakan niatnya untuk meningkatkan hubungan kerja sama antara negara China dan Korea Utara.
Baca Juga: Survei: 84 Persen dari 1.200 Warga Puas dengan Penanganan Covid-19 di Jawa Barat
Menurut laporan the Korean Central News Agency (KCNA), dalam surat tersebut Kim mengatakan bahwa pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 berjalan sukses dan menjadi sebuah kemenangan besar bagi China. Kim juga menyampaikan tantangan yang mesti dihadapi berupa krisis kesehatan di seluruh dunia serta keadaan parah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perhelatan olimpiade sendiri akan dibuka di Beijing pada Jumat, dan di hari yang sama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan bertemu.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Kausar Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Agenda ini bertujuan untuk membahas rekor satu bulan uji coba rudal Korea Utara, termasuk peluncuran rudal balistik jarak menengah pada Minggu, 6 Februari, yang merupakan uji coba pertama dari jenis tersebut sejak 2017 lalu.
Dari uraian beberapa diplomat, satu bulan lalu China dan Rusia berhasil menunda upaya Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi PBB terhadap lima warga Korea Utara.
Pada Januari, dalam surat kiriman otoritas sektor olahraga sebelumnya, Korea Utara mengatakan tidak akan menghadiri Olimpiade di negara tetangga China dengan alasan “hostile forces” dan risiko Covid-19.
Setelah dengan alasan kekhawatiran Covid-19, Korea Utara gagal mengirimkan tim ke Olimpiade Musim Panas Tokyo tahun lalu, Atlet negara tersebut tidak memenuhi syarat untuk bersaing di bawah bendera nasional mereka.
Dengan kata lain, seluruh atletnya diskors dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) hingga akhir 2022.
Surat Kim sebelumnya sempat mengkritik langkah Amerika Serikat yang tidak jelas dan inkonsisten. Pasalnya, bulan Desember lalu AS mengumumkan akan memboikot Olimpiade Musim Dingin 2022 karena catatan hak asasi manusia China, sementara saat ini AS justru membiarkan atletnya bebas melakukan perjalanan ke Beijing untuk bersaing.
China telah menjadi satu-satunya sekutu utama Korea Utara sejak keduanya menandatangani perjanjian pada tahun 1961.
Apalagi, setelah dijatuhi sanksi internasional atas program senjata nuklir dan rudal balistik Pyongyang, Korea Utara semakin lebih banyak bergantung pada Beijing terutama dalam soal perdagangan dan dukungan lain-lain.
Setelah hampir dua tahun menjalankan penutupan perbatasan paling ketat di dunia dalam pandemi, Korea Utara melanjutkan perdagangan terbatas bulan lalu bersama China menggunakan kereta api.
Meski begitu, mereka tetap mempertahankan penutupan total pada pembatasan perjalanan di sektor lainnya.***
(Siti Aisah Nurhalida Musthafa/Pikiran-Rakyat.com)