

inNalar.com – Gubernur Lukas Enembe menyebutkan bahwa warga Papua tidak bahagia dan terancam hidupnya di tanahnya sendiri.
Pernyataan orang nomor satu di Papua itu diunggah salah satu akun Twitter, lalu Natalius Pigai mempostingnya kembali.
Sebagai aktivis dan sesama orang asli Papua, Natalius Pigai tidak pernah bosan menyuarakan isu daerahnya.
Baca Juga: Mengomentari Polemik Pembangunan Bendungan Wadas, Mahfud MD: Jangan Framing Negatif!
Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi harus membuka kran demokrasi yang luas di daerah timur.
Natalius Pigai menyarankan agar kran-kran dialog dibuka lebar di Papua, agar tidak terjadi perlawanan dari rakyat.
“Sebagai Pembela kemanusiaan,” Ujar Natalius Piagai seperti dikutip inNalar.com dari akun Instagram @natalius_pigai pada Rabu, 9 Februari 2022.
Selain menyampaikan permohonannya, Natalius Pigai juga menyebutkan kekhawatirannya bila rakyat Papua akhirnya melakukan perlawanan masif.
Warga di daerah timur Indonesia terujung itu, bisa saja meluapkan emosi yang tercipta dari memori penderitaannya.
“Saya tidak pernah bosan-bosan meminta Jokowi buka kran demokrasi (Dialog). Saya khawatir jika akan muncul perlawanan masif,” jelas Natalius Pigai.
Baca Juga: Jadwal Sholat Bantul dan Sekitarnya, Sabtu 12 Februari 2022 atau 11 Rajab 1443 Hijirah
Perlu diketahui bahwa Gubernur Lukas Enembe juga menyebutkan contoh beberapa daerah di wilayahnya yang cukup menderita.
“Intan Jaya menangis, Puncak menangis, Nduga menangis, Pegunungan Bintang menangis, dan Maybrat menangis,” tutur Lukas Enembe.
Penyebutan daerah itu dengan ungkapan menangis maksudnya disebabkan karena menderita dan hidup yang tidak aman.
“Orang (Papua) tidak hidup aman di negeri kita sendiri. Kami lahir bukan untuk itu,” sambung Lukas Enembe.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Provinsi Bali Hari Sabtu 12 Februari 2022, Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir
Unggahan Natalius Pigai di akun Instagramnya tersebut sampai saat ini sudah disukai oleh 2.193 orang.
Postingan mantan komisioner KOMNAS HAM juga dikomentari oleh banyak orang, salah satunya mengaku aneh karena bingung.
“Lho.. Bukankah suara terbanyak.. hasil PilPres 2019 dari rakyat Papua…?” ujar akun @brojo***. ***