India Larang Hijab di Sekolah, MUI Harapkan Indonesia Punya Langkah Hentikan Ekstremis

inNalar.com – India menjadi buah perbincangan di media dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu oleh larangan pemakaian hijab bagi siswi di sekolah-sekolah wilayah Karnataka, India. Diketahui sejumlah institusi pendidikan di India melarang siswanya untuk menggunakan hijab di dalam kelas.

Karnataka merupakan sebuah wilayah di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Belum lagi, diketahui wilayah ini cukup sensitive terkait urusan agama.

Menanggapi kasus yang berkaitan dengan kebebasan beragama, Rashad Hussain, Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (IRF) mengungkapkan pendapatnya. Menurutnya Karnataka tidak berhak melarang penggunaan pakaian keagamaan sebab itu melanggar kebebasan beragama.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Ungkap Syarat Wajib Puasa Ramadhan, Begini Penjelasannya

Dilansir inNalar.com dari artikel Pikiran Rakyat.Com bertajuk “Polemik Larangan Hijab di India Menuai Sorotan Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim: Merusak Demokrasi”

“Kebebasan beragama termasuk kemampuan untuk memilih pakaian agama seseorang. Negara bagian Karnataka di India seharusnya tidak menentukan kebolehan pakaian agama. Larangan hijab di sekolah melanggar kebebasan beragama dan menstigmatisasi serta meminggirkan perempuan dan anak perempuan,” ujar Rashad.

Banyak dari berbagai negara bahkan Indonesia menyuarakan aspirasinya untuk membela Muslim di India, yaitu melalui tagar IndiaRacism di media sosial Twitter.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menulis cuitan untuk meminta pemerintah Republik Indonesia agar membuat langkah-langkah penting terkait mendorong Pemerintah India menghentikan ekstremisme di India.

Baca Juga: Jadwal Sholat Hari Ini Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya, Senin 14 Februari 2022 atau 13 Rajab 1443 H

Dalam laman resmi MUI, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim selaku Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional meminta untuk menghentikan ekstremisme tersebut.

“Saya berharap, pemerintah RI melakukan langkah-langkah penting meyakinkan pemerintah India melalui Dubes India untuk menghentikan ekstremisme ini,” ujar Prof. Sudarnoto.

Sudarnoto merasa terhina melihat tindakan kejam yang dilakukan Pemerintah India terhadap warga minoritas Muslim di India.

“Dan saya yakin, perasaan yang sama juga dirasakan oleh umat Islam di mana pun. Bahkan, bisa jadi komunitas agama lain yang menyadari dan mengerti betul tentang Hak Asasi Manusia (HAM) akan terusik dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah India,” ucapnya kembali.

Baca Juga: Welcome Home Suho, Ini Dia Prestasi Suho EXO Selama Wajib Militer

Dia menerangkan, saat ini India dipimpin oleh kelompok ultranasionalis Hindu ekstrem.

Sudarnoto menambahkan, bahwa Pemerintah India sudah jelas melakukan diskriminasi dan memperkuat spirit Islamfobia.

“Sikap dan tindakan ini sudah dipastikan merusak demokrasi dan perdamaian yang sejak awal justru diajarkan oleh Gandhi, yaitu misi penting universal declaration of human right,” ujar Sudarnoto.

Dia juga menyampaikan pesannya untuk umat Islam di India agar tetap bersabar, teguh pendirian, dan terus memohon pertolongan kepada Allah.

Baca Juga: Kabar Naturalisasi Terbaru, Tijjani Reijnders Jadi Nama Baru yang Dilirik Shin Tae-Yong, Berikut Selengkapnya

“Kepada umat Islam di India saya menyampaikan bahwa kami, umat Islam Indonesia khususnya, bersama Anda semua. Tetaplah bersabar, teguh pendirian dan panjatkan doa mohon pertolongan Allah,” ujar Sudarnoto.***(Astri Lestari/Pikiran Rakyat.Com)

Rekomendasi

India Larang Hijab di Sekolah, MUI Harapkan Indonesia Punya Langkah Hentikan Ekstremis

inNalar.com – India menjadi buah perbincangan di media dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu oleh larangan pemakaian hijab bagi siswi di sekolah-sekolah wilayah Karnataka, India. Diketahui sejumlah institusi pendidikan di India melarang siswanya untuk menggunakan hijab di dalam kelas.

Karnataka merupakan sebuah wilayah di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Belum lagi, diketahui wilayah ini cukup sensitive terkait urusan agama.

Menanggapi kasus yang berkaitan dengan kebebasan beragama, Rashad Hussain, Duta Besar Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (IRF) mengungkapkan pendapatnya. Menurutnya Karnataka tidak berhak melarang penggunaan pakaian keagamaan sebab itu melanggar kebebasan beragama.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Ungkap Syarat Wajib Puasa Ramadhan, Begini Penjelasannya

Dilansir inNalar.com dari artikel Pikiran Rakyat.Com bertajuk “Polemik Larangan Hijab di India Menuai Sorotan Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim: Merusak Demokrasi”

“Kebebasan beragama termasuk kemampuan untuk memilih pakaian agama seseorang. Negara bagian Karnataka di India seharusnya tidak menentukan kebolehan pakaian agama. Larangan hijab di sekolah melanggar kebebasan beragama dan menstigmatisasi serta meminggirkan perempuan dan anak perempuan,” ujar Rashad.

Banyak dari berbagai negara bahkan Indonesia menyuarakan aspirasinya untuk membela Muslim di India, yaitu melalui tagar IndiaRacism di media sosial Twitter.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menulis cuitan untuk meminta pemerintah Republik Indonesia agar membuat langkah-langkah penting terkait mendorong Pemerintah India menghentikan ekstremisme di India.

Baca Juga: Jadwal Sholat Hari Ini Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya, Senin 14 Februari 2022 atau 13 Rajab 1443 H

Dalam laman resmi MUI, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim selaku Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional meminta untuk menghentikan ekstremisme tersebut.

“Saya berharap, pemerintah RI melakukan langkah-langkah penting meyakinkan pemerintah India melalui Dubes India untuk menghentikan ekstremisme ini,” ujar Prof. Sudarnoto.

Sudarnoto merasa terhina melihat tindakan kejam yang dilakukan Pemerintah India terhadap warga minoritas Muslim di India.

“Dan saya yakin, perasaan yang sama juga dirasakan oleh umat Islam di mana pun. Bahkan, bisa jadi komunitas agama lain yang menyadari dan mengerti betul tentang Hak Asasi Manusia (HAM) akan terusik dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah India,” ucapnya kembali.

Baca Juga: Welcome Home Suho, Ini Dia Prestasi Suho EXO Selama Wajib Militer

Dia menerangkan, saat ini India dipimpin oleh kelompok ultranasionalis Hindu ekstrem.

Sudarnoto menambahkan, bahwa Pemerintah India sudah jelas melakukan diskriminasi dan memperkuat spirit Islamfobia.

“Sikap dan tindakan ini sudah dipastikan merusak demokrasi dan perdamaian yang sejak awal justru diajarkan oleh Gandhi, yaitu misi penting universal declaration of human right,” ujar Sudarnoto.

Dia juga menyampaikan pesannya untuk umat Islam di India agar tetap bersabar, teguh pendirian, dan terus memohon pertolongan kepada Allah.

Baca Juga: Kabar Naturalisasi Terbaru, Tijjani Reijnders Jadi Nama Baru yang Dilirik Shin Tae-Yong, Berikut Selengkapnya

“Kepada umat Islam di India saya menyampaikan bahwa kami, umat Islam Indonesia khususnya, bersama Anda semua. Tetaplah bersabar, teguh pendirian dan panjatkan doa mohon pertolongan Allah,” ujar Sudarnoto.***(Astri Lestari/Pikiran Rakyat.Com)

Rekomendasi