

inNalar.com – Ustadz Khalid Basalamah memberikan pernyataan permohonan maaf dan klarifikasi terkait ceramahnya dua tahun silam di Jakarta tentang jawaban yang ia berikan kepada pertanyaan jamaahnya mengenai wayang dan profesi dalang.
Dalam potongan ceramah tersebut, netizen menyorot kalimat ‘wayang harus dimusnahkan’ sehingga membuat beberapa pihak merasa tersinggung.
Oleh karena itu, inNalar.com ingin merangkum pernyataan maaf dan klarifikasi dari Ustadz Khalid Basalamah yang langsung inNalar.com kutip dari Channel Youtube Khalid Basalamah Official.
1. Ruang Lingkup Pengajian
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ia memberikan jawaban mengenai wayang tersebut berdasarkan pertanyaan yang datang langsung dari jamaahnya dan masih dalam ruang lingkup pengajian yang ia pandu. Ustadz Khalid Basalamah juga menyarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi, bukan menjadikan tradisi sebagai Islam.
Baca Juga: Buya Yahya Menjelaskan Keistimewaan Bulan Ramadhan, ‘Tidak Dimiliki oleh Umat Lain’
Di jawaban yang ia berikan juga tidak ada kata-kata mengharamkan wayang. Menurutnya, kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam, maka tidak masalah.
2. Bagaimana tobatnya dalang
Pertanyaan lain yang datang dari jamaahnya adalah bagaimana cara taubatnya seorang dalang. Sebagai seorang dai, maka Ustadz Khalid Basalamah menjawab bahwa taubat yang terbaik adalah taubat nasuha atau dengan kata lain taubat dengan sungguh-sungguh.
Tidak hanya profesi dalang, profesi apa pun jika itu bertentangan dengan syariat Islam maka pelakunya harus bertaubat.
3. Wayangnya dimusnahkan
Jika seorang dalang wayang sudah berhenti dari profesinya, maka disarankan agar wayang tersebut dimusnahkan. Pemusnahan tersebut tentu saja berasal dari kesadaran dalang itu sendiri, bukan karena pemaksaan.
Ustadz Khalid Basalamah sama sekali tidak berniat untuk menghapus sejarah nenek moyang Indonesia. Bukan berarti semua wayang di Indonesia harus dimusnahkan.
Baca Juga: Detik-detik Menuju Ramadhan 2022, Ustadz Khalid Basalamah ‘Sayang Kalau Disia-siakan’
Di akhir video, Ustadz Khalid Basalamah juga meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa tersinggung atau terganggu dengan kalimatnya.
Namun sesungguhnya Ustadz Khalid Basalamah tidak bermaksud untuk memecah belah persatuan dan kesatuan negara Indonesia. Ia hanya menyampaikan sesuatu sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya.
Sebagai masyarakat yang cerdas, tentu kita tidak boleh langsung menghakimi seseorang hanya dari potongan video saja.
Ada baiknya mencari suatu jawaban langsung kepada ahlinya. Dan sebagai umat Muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk taat kepada syariat yang telah ditetapkan. Wallaahu a’lam bish shawwab. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi