Sambut Ramadhan 2022 atau 1443 Hijriah dengan Doa, Simak Penjelasan Ustadz Syafiq Riza Basalamah Berikut

inNalar.com – Ramadhan 2022/1443 H akan segera datang menyapa umat Islam di penjuru dunia, bagaimana cara menyambutnya?

Sebagaimana tamu yang datang, maka sudah seharusnya disambut sebaik mungkin agar meninggalkan kesan atau makna.

Seperti tamu agung pada umumnya, kepala negara, menteri atau yang lainnya sudah selayaknya ada protokolernya.

Baca Juga: Siwak Sangat Disukai Nabi Muhammad Saw, Terbukti Miliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan Mulut dan Gigi

Begitu juga dengan bulan Ramadhan 2022/1443 H yang akan datang di tahun ini, ada semacam protokolernya.

Ustadz Syafiq Riza basalamah menjelaskan protokoler menyambut Ramadhan 2022/1443 H yang harus dilakukan umat Islam.

Dilansir inNalar.com dari video yang diunggah di akun Facebook Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah M.A pada 9 April 2021 ini doa menyambut Ramadhan 2022/1443 H.

Baca Juga: Presiden KSPI Sentil Menaker Ida Fauziah yang Dianggap Menyakiti Para Buruh Melalui Kebijakan Terbaru JHT

Ulama yang sering disapa Ustadz Syafiq ini mengutip kembali nasehat dari Syaikh Shalih Al Utsaimin hafizhahullah tentang menyambut bulan Ramadhan.

“Beliau menyebutkan ada 4 hal yang perlu kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan, dan yang pertama adalah doa,” terang Ustadz Syafiq.

Jadi berdoa tidak hanya ketika sudah memasuki bulan Ramadhan saja, tetapi dianjurkan sejak jauh hari sebelumnya 

Baca Juga: Wayang Memiliki 2 Simbol Raksasa, Ustadz Faizar Ungkap Filosofi Gambar Itu, ‘Sebutlah 2 Kalimat Syahadat’
Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

Artinya: Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir [40] Ayat 60).

Allah SWT secara umum menganjurkan untuk selalu berdoa memohon kepadaNya, tidak hanya mengandalkan akal manusia.
 
Hindari juga untuk mengandalkan kekuatan uang atau kekayaan uang yang dimiliki di dompet atau di kartu kredit rekening bank.
 
Sebab mengandalkan semua hal tersebut di atas, tentu memiliki keterbatasan yang pada saatnya akan didapati kelemahan.

Sebagaimana juga Allah SWT berfirman menyatakan hal lemahnya penciptaan manusia di dalam Al Quran yang berbunyi:

وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Artinya: karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.***

Rekomendasi