Istilah yang Sering Digunakan Dalam Menentukan Awal Ramadhan, Muslim Wajib Tahu Ini

inNalar.com – Bulan ke-9 Hijriyah atau bulan Ramadhan merupakan saat-saat yang ditunggu oleh umat Islam. Pasalnya, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan-keistimewaan yang membedakannya dari bulan Hijriyah lainnya.

Menjelang Ramadhan biasanya dibarengi dengan penetapan jatuhnya bulan suci tersebut. Begitu pula dengan Ramadhan 2022/1443 Hijriyah tahun ini. Penetapan ini disebut Sidang Isbat yang akan dilaksanakan setiap tahunnya.

Adapun dalam menentukan awal bulan Ramadhan, ada beberapa istilah yang perlu diketahui. Berikut inNalar.com akan merangkum istilah-istilah tersebut beserta artinya.

Baca Juga: Bepergian saat Puasa? Beginilah Hukum Puasa bagi Musafir dari Sudut Pandang Ustadz Adi Hidayat

1. Ghurub

Ghurub merupakan salah satu istilah yang cukup sering didengar dalam menentukan awal bulan hijriyah, khususnya Ramadhan. Ghurub merupakan yang digunakan untuk menyebut momen tenggelamnya matahari pada sore hari.

2. Ijtimak

Ijtimak merupakan kata bahasa Arab yang dalam bahasan astronomi disebut konjungsi geosentris. Ijtimak adalah waktu ketika bumi dan bulan berada di bujur langit yang sama atau lurus. Hal ini menjadi salah satu momen penting untuk menetapkan awal bulan Ramadhan.

3. Hilal

Hilal adalah sebutan untuk bulan sabit pertama yang muncul sebagai pertanda pergantian bulan. Dalam siding Isbat, munculnya hilal merupakan bukti penting untuk menetapkan awal bulan Ramadhan. Hal ini terjadi setelah Ijtimak (bumi dan bulan berada pada satu garis). Hilal berbentuk sabit kecil muda yang baru saja melewati 0 derajat (Ijtimak).

Baca Juga: Sambut Ramadhan 2022 atau 1443 Hijriah dengan Hati Ikhlas, Memurnikan Niat Ibadah di Bulan Penuh Rahmat

 4. Rukyat

Masih merupakan istilah yang berasal dari bahasa Arab, Rukyat adalah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan dalam rangka mengamati visibilitas hilal. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu seperti teleskop. Pengamatan ini sebenarnya dilakukan setiap menjelang pergantian bulan. Namun, karena bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa, maka kegiatan pengamatannya kerap kali ditunjukkan.

5. Hisab

Penentuan awal Ramadhan memerlukan perhitungan yang akurat. Dalam hal ini dibutuhkan hisab atau perhitungan secara matematis dan astronomis untuk melihat dan menentukan posisi bulan.***

 

Rekomendasi