Ibnu Khaldun, Pemikir Paling Orisinal dari Abad Pertengahan, Simak Sumbangsihnya bagi Sejarah dan Sosiologi

inNalar.com – Abdurrahman Ibnu Khaldun Al-Maghribi Al-Hadrami Al-Maliki, atau yang lebih dikenal dengan Ibnu Khaldun adalah salah seorang cendikiawan muslim yang memiliki pemikiran paling orisinal di Abad Pertengahan. 

Ibnu Khaldun merupakan historiograf Islam modern yang menggunakan pendekatan multidimensional dalam penusian sejarah, beliau menjadikan ilmu sosiologi sebagai ilmu bantu.

Pendekatan  tersebut dihasilkan dari analisisnya terhadap peristiwa-peristiwa sejarah pada umat manusia terdahulu. Ibnu Khaldun menganalisis kehidupan masyarakat Arab dengan penekanan pada perubahan sosial antar individu yang mempengaruhi perkembangan masyarakat tersebut.

Baca Juga: Rizky Febian dan Mahalini Direstui Pacaran Beda Agama, Kalo Sampe Nikah? Sule: Silahkan Aja

Beliau kemudian menuliskan dan memberikan solusi-solusi baru atas analisis sebuah masalah. Hasil dari analisis dan pengamatannya tersebut kemudian diangkat menjadi teori sosiologi dan sejarah perkembangan bagsa-bangsa di Timur Tengah.

Kitab al-‘Ibar wa Dīwān al-Mubtada’ wa al-Khabar fi Ayyām al-‘Arab wa al-‘Ajam wa al-Barbar wa man ‘Asarahum min Dhawi al-Sultān al-Akbar atau sejarah dunia merupakan karya Ibnu Khaldun yang berkenaan dengan sejarah.

Kitab al-‘Ibar dibagi menjadi tiga buku besar, namun buku jilid pertama yang terdiri dari pendahuluan (Muqaddimah) atau mukadimah, merupakan yang paling terkenal dan mengangkat nama Ibnu Khaldun.

Buku pengantar yang panjang inilah yang merupakan inti dari seluruh persoalan, dengan mengangkat tema  gejala-gejala sosial dan sejarahnya.

Baca Juga: Tokyo Verdy, Klub Baru Pratama Arhan Ternyata Pernah Juara Liga Utama Jepang atau J League, Simak Selengkapnya

Adapun isi Muqaddimah yang pertama adalah iftitāh,  pada bagian ini beliau menulis tentang pujian kepada Allah SWT, shalawat dan salam atas Rasulullah, serta menyebut para ahli sejarah yang hidup sebelumnya.

Selain itu, ia juga menyebut penyebab kesalahan dalam kajian, yaitu kurangnya ketelitian dalam mengkaji dan mengambil kesimpulan peristiwa-peristiwa sejarah.

Kedua, bagian ini diberi judul pendahuluan tentang keutamaan sejarah, verifikasi aliran-alirannya, dan pembahasan sekilas tentang kesalahan-kesalahan dan keraguan yang timbul dalam kajian ahli-ahli sejarah serta sebab sebabnya.

Ketiga, adalah bagian pokok yang membahas tabi’at manusia, mencakup bangsa badui, orang-orang berbudaya, masyarakat dan ciri-cirinya yang hakiki, pemerintahan, kekuasaan, pencaharian, penghidupan, produksi, keahlian-keahlian dan ilmu pengetahuan dengan segala sebab dan alasan-alasannya.

Baca Juga: Tokyo Verdy, Klub Baru Pratama Arhan Ternyata Pernah Juara Liga Utama Jepang atau J League, Simak Selengkapnya

Selain Al-Ibar, karya Ibnu Khaldun yang lain adalah kitab al-Ta’rif Ibnu Klahdun wa Rihlatuhu Garban wa Syarqan atau kitab otobiografi Ibnu Klahdun dimana ia dipandang sebagai orang besar abad pertengahan yang paling sempurna meninggalkan riwayat hidupnya.

Dari ‘rahim’ pemikirannya, Ibnu Khaldun juga ‘melahirkan’ kitab Burdan al-Bushairi, tentang logika, aritmatika dan beberapa resume ilmu fiqih, Lubab al- Muhashal fi Ushul ad-Din dan kitab Syifa al- Safili Tahdzib al- Masatt.

Karya-karya Ibnu Khaldun dipengaruhi oleh konsepsi ajaran Islam mengenai kehidupan manusia yang seimbang dan harmonis antara dunia dan akhirat.***

Rekomendasi