Al Quran Surah An Naba Ayat 11 Sampai 20 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

inNalar.com – Al Quran surah  An Naba ayat 11 sampai 20 diawali dengan lanjutan menyebutkan ciptaan-ciptaan Allah SWT.

Allah SWT menciptakan siang hari agar digunakan untuk mencari penghidupan, maksudnya waktu beraktivitas, bekerja, atau berdagang.

Pada terjemahan Bahasa Indonesia bisa diketahui arti ayat 12, yaitu Allah SWT telah menciptakan tujuh lapis langit.

Baca Juga: Cara Download Video Twitter Via HP Android atau iOS

Allah SWT jugalah yang menciptakan matahari yang memiliki sinaran cahaya sangat terang, dan panas sekali.

Sedangkan ayat ke 14 artinya yaitu Allah SWT telah menciptakan air hujan yang turun dari langit membawa manfaat yang banyak.

Dilansir inNalar.com dari Quran Kemenag Senin, 21 Februari 2022 surah An Naba ayat 11 sampai 20  ini lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia.

وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ – ١١

11. dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan,

Baca Juga: Mohamed Salah Jadi Pemain Kesepuluh yang Mencetak 150 Gol untuk Liverpool, Simak Ulasannya Berikut Ini

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ – ١٢

12. dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh,

وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ – ١٣

13. dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari),

وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ – ١٤

14. dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya,

Baca Juga: Isra Miraj 2022, Berikut Kisah Muawiyah Bin Abu Sufyan, Pendiri Dinasti Umayyah yang Meninggal Pada 22 Rajab

لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ – ١٥

15. untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman,

وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ – ١٦

16. dan kebun-kebun yang rindang.

اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًاۙ – ١٧

17. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan,

Baca Juga: Jadwal Sholat Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya, Kamis 24 Februari 2022 atau 23 Rajab 1443 Hijriah

يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًاۙ – ١٨

18. (yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong,

وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ – ١٩

19. dan langitpun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu,

وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ – ٢٠

20. dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.***

Rekomendasi