Ekonomi Thailand Kembali Tumbuh pada Kuartal ke-4, Sektor Pariwisata adalah Penyumbangnya

 

inNalar.com – Kabar menggembirakan datang dari negara tetangga Indonesia, yakni Thailand yang kini telah mengalami perkembangan perekonomian yang kian positif. 

Membaiknya kinerja sektor pariwisata salah satunya memberikan sumbangan atas pertumbuhan tersebut.

Dilansir inNalar.com melalui berita pada portal aljazeera.com yang diposting pada tanggal 21 Februari 2022 lalu, perekonomian negara Thailand dikabarkan kembali bertumbuh pada kuartal ke-4 tahun 2021 lalu. 

Baca Juga: Rusia Jatuhkan Rudal di Ukraina, Disebut Sebagai Invasi Terbesar Sejak Perang Dunia 2

Perekonomian Thailand ini mampu tumbuh lebih cepat dari yang diduga sebelumnya.

Adanya pertumbuhan perekonomian yang positif ini diakibatkan oleh semakin membaiknya kinerja ekspor dan belanja domestik. Hal ini terjadi sejak dimulainya pelonggaran pembatasan virus corona dan dibukanya kembali negara Thailand untuk kunjungan orang asing.

Dengan demikian, wisatawan asing dapat kembali mengunjungi negara Thailand untuk melakukan  kunjungan wisata. Sehingga hal ini dapat berimplikasi pada perekonomian Thailand.

Saat ini, Pemerintah Negara Thailand mempertahankan prospek pertumbuhan ekonominya di angka 3,5 – 4,5 persen.

Hal ini mempertimbangkan efek wabah virus corona yang didorong oleh varian omicron, permintaan domestik yang semakin kuat, serta pemulihan pariwisata dan dukungan berkelanjutan dari ekspor dan investasi publik.

Baca Juga: Ukraina Mencekam Usai Rusia Lakukan Invasi Skala Penuh, Bagaimana Kondisi 138 WNI di Sana, Begini Kondisinya

Pada tahun 2021, ekonomi Thailand tumbuh hingga 1,6 persen, salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki laju perekonomian terendah setelah mengalami kontraksi sebesar 6,1 persen di tahun 2020.

Namun pada kuartal ke-4 bulan Desember, ekonomi negara tersebut telah tumbuh sebesar 1,8 persen. Angka tersebut melampaui perkiraan sebesar 1,4 persen.

Adapun pada kuartal pertama tahun 2022 ini, kinerja perekonomian Thailand diduga akan membaik berdasarkan indikator saat ini. Meskipun akan ada beberapa tekanan inflasi, seperti diungkapkan oleh Kepala NESDC Danucha Pichayanan pada suatu konferensi pers.

Dia juga mengatakan, “pendorong utama adalah dari ekspor dan pencairan fiskal, dengan pariwisata dan konsumsi domestik turut mendukung.”

Kinerja ekspor sebagai pendorong utama pertumbuhan perekonomian Thailand diketahui melonjak sebesar 21,3 persen pada kuartal Desember tahun 2021 dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, pada kuartal tersebut terdapat 340.000 wisatawan asing, dimana terdapat peningkatan sebesar 45.000 orang dari kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Rusia Tembakkan Rudal ke Ukraina: Suara Sirine, Tembakan Hingga Ledakan Bersahutan di Kyiv

Pada bulan Februari ini, dikabarkan bahwa Thailand akan mulai mengabaikan adanya karantina bagi wisatawan asing agar menghidupkan kembali sektor pariwisatanya.

Selama ini diketahui bahwa sektor pariwisata Thailand menyumbangkan 12 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB).

Bahkan Badan Perencanaan Negara Thailand memperkirakan di tahun 2022 ini akan ada 5,5 juta wisatawan. Jumlah ini meningkatkan dari perkiraan pada November lalu sebesar 5 juta wisatawasan. 

Akan tetapi angka tersebut masih jauh di bawah 40 juta turis asing di tahun 2019, sebelum munculnya Pandemi Covid-19.***

Rekomendasi