

inNalar.com – Agresi militer skala penuh dari Rusia ditandai dengan sejumlah jet tempur yang berterbangan di langit Ukraina pada Kamis, 24 Februari 2022.
Menaggapi hal itu, Pemerintah Ukraina meminta agar para sekutunya membantu mengamankan langit Ukraina dari serangan udara Rusia.
“Ini berlaku untuk para sekutu kami. Jika kita ingin menghentikan ekspansi skala penuh yang kuat dari Federasi Rusia, yang dapat menyebabkan ribuan korban, kita harus menutup langit di atas Ukraina. Ini kuncinya,” kata penasihat kepala Kantor Presiden Mykhailo Podoliak, dikutip inNalar.com dari keterangan resminya.
Baca Juga: Ghost Doctor Tamat, Para Pemain Berbagi Pesan Penuh Haru
Mykhailo Podoliak juga mengatakan, perlu untuk melakukan pemblokiran aliran dana yang digunakan Rusia sekarang.
Lebih lanjut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sendiri kini tengah membentuk koalisi internasional untuk perdamaian di tengah invasi skala penuh Rusia.
Diketahui, Volodymyr Zelensky sudah menandatangani dekrit tentang pembentukan administrasi militer di semua wilayah Ukraina berdasarkan administrasi negara distrik yang ada.
Baca Juga: Negaranya Diserang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia
Di sisi lain, Perdana Menteri Ukraina Denis Shmygal mengatakan dalam pertemuan luar biasa di Kyiv, pihaknya sudah membuat keputusan paling efektif untuk melindungi warga sipil dari invasi Rusia.
“Keputusan itu dibuat untuk pertahanan negara yang paling efektif dan perlindungan penduduk dalam konteks permusuhan terhadap agresor Rusia,” katanya.
Administrasi Negara Daerah di Ukraina juga telah diinstruksikan untuk mengintensifkan pekerjaan evakuasi di daerah-daerah permusuhan aktif. Layanan khusus bekerja untuk membantu warga Ukraina yang terpaksa mengungsi.
Perdana Menteri juga mencatat bahwa blok keuangan dan ekonomi pemerintah bekerja dengan NBU untuk melakukan pembayaran pada apa yang disebut daftar impor penting yang dibutuhkan oleh Ukraina untuk bertahan hidup dalam permusuhan.
“Kami akan bekerja sepanjang waktu untuk memastikan bahwa militer kami disediakan, bahwa ekonomi kami bekerja untuk kebutuhan tentara kami,” ujar Denis Shmygal.***