

inNalar.com – Menyambut Ramadhan 1443 H di tahun 2022 ini, waktu makan sahur adalah momen yang ditunggu-tunggu terlebih bersama keluarga di rumah.
Namun tidak banyak yang tahu bahwa waktu setelah makan sahur adalah momen yang didalamnya terdapat beberapa sunnah Rasul.
Dalam salah satu videonya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tuntunan sunnah setelah makan sahur yang jarang diketahui.
Menurut Ustadz Adi, waktu setelah makan sahur adalah waktu yang harus dimanfaatkan untuk menjalankan sunnah Rasulullah. Karena menurutnya, Al-Qur’an sendiri telah menjelaskan bahwa waktu setelah makan sahur harus dimanfaatkan, salah satunya dengan Istighfar.
Ustadz Adi juga mengutip ayat tentang waktu setelah makan sahur, yaitu Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 17, “Aṣ-ṣābirīna waṣ-ṣādiqīna wal-qānitīna wal-munfiqīna wal-mustagfirīna bil-as-ḥār”.
Terjemahan Bahasa Indonesianya adalah sebagai berikut: “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.”
Baca Juga: Tips Parenting Ala Ibunda Lala Shabira, Ajarkan Anak Bahwa Adab Sebelum Ilmu
Lebih rincinya lagi, Ustadz Adi Hidayat kemudian menyebutkan surah Az-Zariyat ayat 18, “Wa bil-as-ḥāri hum yastagfirụn”, yang terjemahan dalam Bahasa Indonesia adalah “Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.”
Ustadz Adi kemudian menjelaskan bagaimana rukun sunnah setelah makan sahur. Yang pertama adalah duduk setelah makan sahur. Kemudian disunnahkan untuk berdzikir, yang dalam Al-Qur’an sendiri sudah dijelaskan bahwa dzikir setelah makan sahur dikhususkan untuk Istighfar.
Ustadz Adi menambahkan bahwa momen tersebut seyogyanya digunakan untuk beristighfar dalam mendekatkan diri kepada Allah, dan merefleksi diri akan kesalahan-kesalahan yang dilakukan di dunia.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Mursalat Ayat 31 Sampai 40 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Terlebih lagi jika kepala keluarga, dalam hal ini suami/ayah, memimpin dzikir tersebut bersama-sama dengan anggota keluarganya.
Momen tersebut adalah waktu yang sangat baik untuk saling memaafkan antar anggota keluarga. Waktu tersebut sangat baik jika dimanfaatkan untuk memohon ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa-dosa kita sebagai mahluk-Nya.
Ustadz Adi juga menyebutkan dalam salah satu Hadits Qudsi, yaitu Hadits Riwayat Al Bukhari, tentang taubat, memohon ampun kepada Allah atas semua dosa yang telah kita perbuat, “Sungguh Allah SWT membentangkan rahmatNya setiap di akhir malam.
Bertanya kepada hambanya: Wahai Hambaku, siapa yang berdo’a kepadaku maka akan kukabulkan, yang meminta langsung akan kuberikan, dan siapa yang memohon ampunanku akan kuampuni.”
Baca Juga: Ada Promo Serbu Hemat Janji Jiwa hingga Akhir Bulan, Simak Apa Saja Promonya
Terkait pentingnya sebuah keluarga dalam berdzikir mengucap Istighfar, Ustadz Adi kemudian mengutip Al-Qur’an surah Adz Dzaariyaat ayat 18, “Wa bil ashaari hum yastaghfiruun”, yang terjemahan Bahasa Indonesianya adalah “dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)”.
Ustadz Adi juga mengutip Al-Qur’an surah At-Tur ayat 21, “Wallażīna āmanụ wattaba’at-hum żurriyyatuhum bi`īmānin alḥaqnā bihim żurriyyatahum wa mā alatnāhum min ‘amalihim min syaī`, kullumri`im bimā kasaba rahīn”, terjemahannya adalah,
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
Baca Juga: Menelisik Sejarah Sumber Konflik Rusia Ukraina, Awalnya Terkait Masalah Status Krimea
Dari beberapa kutipan ayat Al-Qur’an dan Hadits tersebut, Ustadz Adi Hidayat mengajak umat muslim untuk senantiasa beristighfar memohon ampunan kepada Allah. Ia juga menjelaskan betapa pentingnya Istighfar dihadapan Allah.
Terlebih lagi karena Dzikir Istighfar adalah salah satu sunnah yang bisa dilakukan saat setelah makan sahur di Bulan Ramadhan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi