Battle for Sevastopol, Proyek Film Rusia Ukraina Kenang Pahlawan Dua Negara, Lady Death Lyudmila Pavlichenko

inNalar.com – Terlepas dari gencarnya invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina beberapa waktu belakangan, kedua negara ini pernah melakukan kerjasama di bidang perfilman yang dikemas dengan sangat epik.

Bagi penikmat sejarah, film Battle for Sevastopol bisa menjadi wawasan akan peristiwa Perang Dunia II.

Bisa ditebak dari judulnya, fokus film ini terletak pada perjuangan untuk mempertahankan kota Sevastopol di Semenanjung Krimea dan tokoh sentral yang memiliki sumbangsih besar didalamnya, Lyudmila Pavlichenko.

Baca Juga: Mengenang Aneksasi Rusia di Krimea dan Melihat Lebih dalam Etnis Tatar Krimea, Simak Informasinya Berikut Ini

Film dengan judul asli Bitva za Sevastopol ini merupakan proyek kerjasama antara Rusia dan Ukraina di tahun 2012, karena Lyudmila adalah pahlawan Rusia kelahiran Ukraina.

Lyudmila sendiri menjadi pahlawan nasional sebelum Uni Soviet terpecah sehingga memisahkan Rusia dengan Ukraina menjadi negara yang berbeda.

Proses pembuatan film ini hampir dibatalkan akibat konflik Krimea yang melibatkan Rusia dan Ukraina. Konflik Krimea itulah yang sebenarnya menjadi pemantik invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina beberapa minggu belakangan.

April 2015 film ini tayang dengan judul “Nezlamna” di Ukraina dan Bitva za Sevastopol di Rusia. Mengenai plot nya sendiri, film based on true story ini bermula ketika Nazi Jerman menyerang Uni Soviet pada masa PD II.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi Selama 14 Hari

Seorang siswi bernama Lyudmila merelakan pendidikannya demi bergabung melawan Nazi. Tak disangka ia berbakat menjadi seorang sniper atau pembak ulung. Bahkan pihak Nazi menjadikan Lyudmila sebagai target prioritas.

Lyudmila memiliki rekor konfirmed kills sebanyak 309 orang. Dikisahkan kota Sevastopol saat itu dihujani peluru dan ledakan. Lyudmila diungsikan padahal dirinya masih begitu ‘cinta’ dengan medan perang.

Setelah kepulangannya dari medan perang, Lyudmila mengemban tugas baru. Ia berbicara di depan publik sebagai simbol perlawanan terhadap Nazi Jerman.***

Rekomendasi