Kata Joe Biden ‘Perang Dunia Ketiga’ Jadi Alternatif Sanksi untuk Rusia dan Vladimir Putin


inNalar.com
– Presiden Amerika Serikat Joe mengatakan bahwa alternatif sanksi keras yang tepat untuk Rusia adalah ‘perang dunia ketiga’.

“Dengar, ada dua opsi: memulai perang dunia ketiga, memulai perang fisik dengan Rusia,” , kata Joe Biden, dikutip inNalar.com dari Kantor berita Rusia pada Minggu, 27 Februari 2022.

Lebih lanjut, Biden menjelaskan sanksi saat ini yang sudah diberikan kepada Rusia menjadi yang terbesar dalam sejarah umat manusia.

Baca Juga: Adik BTS, TXT Punya Konsep yang Berbeda dari Sang Kakak, Apa Keunikannya?

Presiden Amerika itu menegaskan, bahwa Rusia dan Vladimir Putin akan membayar harga yang setimpal setelah apa yang mereka lakukan terhadap Ukraina.

“atau opsi nomor dua: memastikan bahwa negara yang bertindak sangat bertentangan dengan hukum internasional akan membayar harga untuk apa yang dilakukannya. Terutama dalam jangka panjang,” ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa ia telah memutuskan untuk melakukan operasi militer di Dobass pada 24 Februari kemarin.

Baca Juga: 3 Jenis Kopi yang Paling Banyak Diminati di Dunia, Salah Satunya Berasal dari Indonesia

Invasi yang dilakukan Rusia ini telah memakan korban sedikitnya 200 orang meninggal dunia, termasuk warga sipil di Ukraina.

Pihak Ukraina sendiri juga telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia. Dari laporan Aljazeera, pasukan Ukraina sudah melakukan perlawanan sengit untuk menghentikan militer Rusia.

Saat ini, Rusia sudah menguasai setidaknya 50 persen dari perkiraan kekuatan invasi di dalam Ukraina.

Baca Juga: Perang Rusia dan Ukraina Ternyata Sempat Diperkirakan dalam Kartun Serial The Simpsons, Begini Ramalannya

Analisis mengatakan, militer Rusia kini mungkin telah lengah oleh serangan balik yang dilakukan oleh pejuang Ukraina.

“Rusia jelas menghadapi kemunduran yang tidak diharapkan. Ini memakan korban dan Ukraina mengambil tahanan, termasuk beberapa komandan brigade yang cukup senior, setidaknya satu, mungkin dua, ”kata Nigel Gould-Davies dari Institut Internasional untuk Studi Strategis.

“Jadi Rusia akan termotivasi sekarang untuk mempercepat kekuatan yang dibawanya ke konflik ini. Sejauh ini, telah menggunakan sekitar setengah dari kekuatan yang telah dimobilisasi dan dipersiapkan untuk ini secara numerik.

Baca Juga: Yair Lapid Kutuk Invasi Rusia, Ukraina Anggap Israel Paling Menonjol untuk Jadi Perantara

“Cukup jelas bahwa Rusia memiliki keuntungan yang sangat signifikan. Namun aspek yang benar-benar mengesankan dari perlawanan Ukraina sejauh ini adalah seberapa kuat dan luasnya jangkauannya,” kata Gould-Davis, mantan duta besar Inggris untuk Belarus.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]