

inNalar.com – Kepala Kebijakan Keamanan Facebook, Nathaniel Gleicher, membatasi media pemerintah Rusia mendapat uang di platform media sosialnya.
Diketahui sebelumnya, Rusia melancarkan invasi ke Ukraina usai mendapat perintah langsung dari presiden Vladimir Putin pada 24 Februari 2022.
Di samping itu, saat ini jaringan media sosial adalah salah satu front yang digunakan Rusia dalam melakukan Invasi ke Ukraina, salah satunya Facebook.
Baca Juga: Kata Joe Biden ‘Perang Dunia Ketiga’ Jadi Alternatif Sanksi untuk Rusia dan Vladimir Putin
Sehingga, akibat dari serangannya tersebut, Facebook akan segera memblokir akses media pemerintahan Rusia sebagaimana kata Nathaniel Gleicher.
Nathaniel Gleicher mengatakan, pihaknya tak main-main soal pembatasan akses media tersebut. Hal itu diungkapkannya dalam Twitter.
“Kami sekarang melarang media pemerintah Rusia menjalankan iklan atau memonetisasi di platform kami di mana pun di dunia,” ungkapnya dikutip inNalar.com dari aljazeera.com.
Baca Juga: Kolaborasi TXT dengan Salem Ilese dan Alan Walker di Lagu PS5 Bikin Candu, Berikut Liriknya
Sebelumnya, pihak berwenang Rusia juga meminta agar supaya perusahaan induk Facebook yaitu Meta menghentikan pemeriksaan fakta independen dan pelabelan konten yang diposting di Facebook.
Tak hanya itu, Rusia juga menganggap bahwa pihak Facebook telah menyensor dan melanggar hak-hak milik warga Rusia.
Baca Juga: Adik BTS, TXT Punya Konsep yang Berbeda dari Sang Kakak, Apa Keunikannya?
Namun, usaha tersebut tetap membuat pihak teknologi raksasa buatan Amerika itu bersikukuh melakukan tindakan pembatasan terhadap Rusia.
Bahkan, Gleicher menegaskan bahwa Facebook telah mendirikan pusat operasi khusus guna memantau situasi di Ukraina.***