Di Tengah Aksi Militer Rusia Invasi Ukraina, Jet Tempur Siluman F-35 Amerika Serikat Tiba di Lithuania


inNalar.com – Pesawat tempur siluman F-35 milik Amerika Serikay telah tiba di Lithuania pada Kamis (24/02/22), kata Kementerian Pertahanan Lithuania dalam pernyataan resminya.

Sebelumnya, di hari yang sama Belanda juga telah mengirim dua pesawat tempur F-35 untuk melindungi wilayah udara NATO di Eropa Timur di tengah operasi militer Rusia di Ukraina.

“Di Lithuania, pada 24 Februari, pesawat militer F-35 AS yang dipersenjatai mendarat di pangkalan udara Angkatan Udara dan Angkatan Darat Lithuania di Siauliai, di mana pasukan militer AS tambahan dikerahkan.

Baca Juga: Final Carabao Cup 2022 akan Mempertemukan Liverpool vs Chelsea Malam Ini, Berikut Prediksinya

Menanggapi situasi keamanan saat ini, AS juga telah mengambil keputusan penting dan perlu rotasi batalyon lapis baja 3-66 yang berat untuk berlanjut di Lithuania,” kata kementerian Pertahanan Lithuania.

“Dua pesawat tempur F-35 saat ini dikerahkan untuk melindungi wilayah udara NATO di Eropa Timur. Belanda mengungkapkan solidaritas sekutu dan berkontribusi, terutama sekarang, untuk menjaga integritas zona NATO,” tulis kementerian tersebut di akun twitter resmi mereka.

Pada Kamis pagi, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer terhadap Ukraina. Dalam pidato yang disiarkan televisi, pemimpin Rusia itu mengatakan bahwa republik Luhansk dan Donetsk yang memproklamirkan diri meminta bantuan dari Rusia untuk melawan agresi militer Ukraina.

Baca Juga: Imbas Konflik Rusia Ukraina, Manchester United Akhiri Kesepakatan Sponsor dengan Maskapai Penerbangan Aeroflot

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa tentara mereka tidak menargetkan kota-kota di Ukraina, sehingga tidak ada ancaman bagi warga sipil. Namun seperti yang telah diketahui, saat ini militer Rusia sudah membombardir beberapa kota di Ukraina, termasuk ibu kota negara, Kiev.

Awal bulan ini, angkatan bersenjata AS mengerahkan kembali dua Sayap Skuadron Tempur mereka dengan pesawat tempur F-35A dari Pangkalan Angkatan Udara Hill (AFB), di negara bagian Utah ke lokasi baru di Jerman, Angkatan Udara Amerika Serikat mengumumkan kabar tersebut dalam siaran pers mereka.

“Pilot, pengelola, dan personel pendukung dari Sayap Tempur 388 dan Cadangan 419 yang bertugas aktif di sini mengerahkan F-35A Lightning II ke Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman,” bunyi siaran pers tersebut.

Baca Juga: Al Quran Surah Al Insan Ayat 21 Sampai 30 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

Jet-jet itu tiba di Spangdahlem pada hari Rabu (23/02/22) dalam misi untuk meningkatkan kesiapan, meningkatkan postur pertahanan kolektif NATO, dan lebih lanjut meningkatkan kemampuan integrasi udara dengan negara-negara Sekutu dan Mitra, kata Angkatan Udara Amerika Serikat. Pengerahan dilakukan dengan kerja sama penuh dari pemerintah Jerman, tambah rilis tersebut.

Selain itu, delapan F-15Es dari 336th Fighter Squadron, 4th Fighter Wing di Seymour Johnson AFB di North Carolina dikerahkan ke Lask di Polandia, dan enam KC-135 Stratotankers dari 100th Aerial Refueling Wing, di Mildenhall, Inggris. Jet-jet tempur tersebut dikerahkan ke Ramstein, Pangkalan Udara di Jerman, kata rilis tersebut.

Di sisi lain, Prancis juga dinilai harus memulai negosiasi antara negara-negara Eropa dan Rusia mengenai kesepakatan yang akan mencegah NATO dalam memperluas wilayahnya ke timur.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Beberkan Hukum Makan Sahur saat Tiba-tiba Adzan, Apakah Puasa Ramadhan 2022 Batal atau Sah?

Pernyataan tersebut diucapkan oleh kandidat Presiden sayap kanan Prancis, Eric Zemmour, Kamis (24/02/22) di tengah operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.

“Saya menyarankan agar Prancis memulai negosiasi darurat dengan negara-negara Eropa dan Rusia tentang kesepakatan yang akan mengakhiri ekspansi NATO ke timur,” kata Zemmour kepada penyiar Prancis BFMTV.

Baca Juga: Setelah Rusia Invasi Ukraina, UEFA Konfirmasi Final Liga Champions 2022 Dipindah dari St. Petersburg ke Paris

Sebelumnya di hari yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan solidaritas terhadap Ukraina. Sementara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa mereka berbicara di telepon untuk membahas sanksi terhadap Rusia dan kemungkinan bantuan kepada militer Ukraina.

Pada Kamis dini hari, Rusia melancarkan operasi militer setelah republik Donetsk dan Luhansk yang memproklamirkan diri meminta bantuan dalam melawan pasukan pemerintah Ukraina.

Ini mengikuti upaya gagal oleh Rusia dalam menegosiasikan kerangka keamanan Eropa baru dengan Amerika Serikat dan NATO, yang akan mencegah NATO berkembang di Eropa Timur.***

Rekomendasi