NATO Pasok Senjata ke Ukraina Dilengkapi Rudal dan Anti-tank untuk Lawan Rusia


inNalar.com
– Jerman akan memasok Ukraina dengan 1.000 senjata anti-tank dan 500 rudal ke Stinger, sehingga dapat mempertahankan diri untuk melawan Rusia saat pertempuran nanti meningkat di sekitar ibukota Ukraina.

“Invasi Rusia ke Ukraina menandai titik balik, hal ini merupakan tugas kami untuk melakukan yang terbaik untuk mendukung Ukraina dalam mempertahankan diri melawan tentara Rusia,” Ujar Kanselir Jerman Olaf Scholz dilansir oleh inNalar.com dari AlJazeera pada Minggu, 27 Februari 2022.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sendiri juga menyambut baik keputusan Jerman tersebut.

Baca Juga: 10 Daftar Negara Terbesar di Dunia, Nomor 1 Rusia, Luas Daratan Capai 11 Persen dari Daratan Bumi

“Jerman baru saja mengumumkan penyediaan peluncur granat anti-tank dan rudal Stinger ke Ukraina. Tetap semangat, Kata Kanselir Olaf Scholz!” tweet Zelensky.

Negara Belanda juga mengumumkan akan mengirimkan senjata anti-tank ke Ukraina, kata kementerian pertahanan Belanda dilansir oleh inNalar.com dari AlJazeera pada Minggu, 27 Februari 2022.

Pemerintah Belanda akan memasok 50 senjata anti-tank Panzerfaust-3 dan 400 roket, kata kementerian itu dalam sebuah surat kepada parlemen. Belanda juga bersama-sama mempertimbangkan dengan Jerman untuk mengirim sistem pertahanan udara Patriot ke kelompok tempur NATO di Slovakia, katanya.

Baca Juga: Terbongkar, Jejak Digital Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Dukung Israel saat Konflik dengan Palestina

Amerika Serikat dan sekutu Barat masih dapat mengirimkan senjata ke negara itu untuk mendukung militer Ukraina, dan Washington berencana untuk mengirim lebih banyak lagi dalam beberapa hari mendatang, kata seorang pejabat pertahanan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan pada hari Sabtu, 26 Februari 2022 kemarin bahwa Washington akan memberikan $350 juta dalam peralatan militer tambahan untuk pasukan militer Ukraina.

“Paket ini akan mencakup bantuan pertahanan mematikan lebih lanjut untuk membantu Ukraina mengatasi ancaman lapis baja, udara, dan lainnya yang sekarang dihadapinya,” Ujarnya.***

Rekomendasi