Cara Mencatat Materi Perkuliahan yang Mudah Dipahami Mahasiswa, Dijamin Nggak Bakal Ada yang Terlewat

inNalar.com – Mencatat adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh siapa saja. Pelajar mencatat. Mahasiswa mencatat. Guru dan peneliti mencatat.

Semua orang mencatat dengan beragam tujuan, seringnya untuk mengingat sesuatu. Adapun, mahasiswa mencatat untuk mengingat materi kuliah.

Namun, tak semua mahasiswa bisa membuat catatan yang praktis untuk dibaca kembali di kemudian hari.

Baca Juga: Amalkan Ibadah-ibadah Sunnah Hari Ini, Lakukan untuk Mengenang Peristiwa Isra Miraj

Ada-ada saja kesalahan dalam mencatat yang kerap dilakukan dan disadari justru ketika catatan dibaca kembali. Sebut saja, catatan tidak lengkap.

Masalah lain yang juga kerap muncul adalah catatan terlalu berantakan dan membingungkan untuk dipahami. Lalu, bagaimana solusinya?

1. Perhatikan dan Jangan Mencatat

Penyebab catatan materi kuliah kerap sulit dipahami salah satunya karena kita tidak paham dengan materi yang ada. Materi yang tercatat, di mata kita, hanyalah barisan huruf dan kalimat yang sulit dimengerti.

Untuk memperbaiki hal ini, satu hal yang harus dilakukan adalah justru tidak mencatat dan memperhatikan materi ketika kuliah berlangsung.

Jangan fokus untuk mencatat apa yang ditulis guru di papan tulis atau dosen di slide presentasi.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Ini Dapat Memicu Bau Badan, Salah Satunya Sering Mengenakan Pakaian Ketat

Sebagai gantinya, catat kata kunci saja selama perkuliahan berlangsung.

Jangan lupa, lakukan ini sambil merekam ceramah dosen untuk didengarkan di kemudian hari.

2. Mencatat Setelah Perkuliahan Selesai

Usai mencatat kata kunci, Anda bisa langsung mencatat apa yang Anda pahami dari materi perkuliahan setelah kelas berakhir.

Agar tidak ada yang terlewat, Anda bisa menjadikan kata kunci yang sudah dicatat di sesi perkuliahan sebagai panduan Anda membuat catatan kedua ini.

Bagaimana kalau tetap ada yang terlewat dalam draf catatan ini?

Kabar baiknya, Anda sudah berusaha memahami materi perkuliahan. Kemungkinan besar apa yang Anda catat juga adalah apa yang Anda pahami. Sehingga risiko tidak paham saat membaca ulang catatan materi kuliah tidak bakal terjadi lagi.

Baca Juga: Cintai Diri Sendiri dengan Self-love Language Ini

3. Mendengarkan Ulang Rekaman Ceramah Dosen

Draf catatan pada tahap di atas tentu tidak selalu sempurna. Maka dari itu, rekaman ceramah dosen menjadi penting untuk didengarkan ulang.

Saat mendengarkan ulang ceramah dosen, mulailah tahap ini dari awal.

Baca Juga: 3 Jenis Kopi yang Paling Banyak Diminati di Dunia, Salah Satunya Berasal dari Indonesia

Dengarkan rekaman dengan fokus sembari melengkapi kata kunci yang bisa jadi terlewat di bagian pertama.

Usai mendengar pemutaran rekaman, lengkapi juga draf catatan yang dibuat sebelumnya. Proses ini, dapat dilakukan terus-menerus.***

Rekomendasi