Apakah Masih Boleh Makan Sahur Padahal Sudah Imsak? Berikut Penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat

inNalar.com – Peringatan waktu Imsak sering dikumandangkan di masjid di seluruh Indonesia ketika kita melaksanakan Puasa dibulan Ramadhan.

Akan tetapi, ada hal yang sering menimbulkan kebingungan pada masyarakat yakni, apakah ketika masuk waktu imsak kita berhenti untuk makan sahur? Ataukah sebaliknya, kita masih diperbolehkan untuk makan sahur selama adzan subuh belum berkumandang.  

Pada Bulan Ramadhan seringkali kita melihat jadwal Imsak dipisah dengan waktu Subuh. Misalkan, jadwal Imsak itu 04.25 maka jadwal waktu subuhnya tertera 04.35. Lantas, diantara pukul 04.25 sampai dengan 04.35 apakah kita masih diperbolehkan untuk menyempurnakan sahur kita ?

Baca Juga: Rusia dan Ukraina Perang, Jaringan Internet Alami Gangguan dan Terancam Putus Sewaktu-waktu

Hal ini kemudian menyita perhatian salah satu Ustadz Kondang Indonesia yaitu Ustadz Adi Hidayat. Didalam salah satu ceramahnya di Kanal Youtube Audio Dakwah, beliau menyebutkan bahwa, ada kerancuan dan kesalahan dalam memahami makna Imsak dan pemahaman ini sudah meluas.

Beliau kemudian menyebutkan salah satu ayat dalam Alquran yaitu Quran surat Maryam ayat 26 yang terdapat makna bahwa Imsak itu berasal dari kata syiam dan shaum. Oleh karena itu, imsak sama saja dengan menahan puasa.

Hal ini berarti ketika terdengar Imsak, kita tak boleh makan, tak boleh minum karena ketika Imsak terdengar, kita sudah masuk waktu untuk berpuasa.

Baca Juga: Tunjukkan Solidaritas terhadap Anak-Anak Penderita Kanker, Ganjar Pranowo Cukur Gundul Rambutnya

“Hal yang rancu kemudian terjadi di Indonesia. Di Indonesia jadwal waktu Imsak dan waktu Subuh itu dipisah.

Harusnya antara jadwal Imsak dan Subuh itu  sesuai dengan keadaanya, jadi kalau bikin jadwal Imsakiyah haruslah sama dengan jadwal adzan Subuh,” jelas Ustadz Adi Hidayat dalam kanal Youtube Audio Dakwah.

Kemudian beliau menjelaskan bahwa waktu sebelum dilaksanakannya Sholat Subuh disebut dengan tanbih’un atau tanbih yang dalam bahasa arab artinya peringatan atau pengingat.

Pada Zaman Rasulullullah, ketika Ramadhan terdapat dua orang yang mengumandangkan adzan yaitu ada Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Ummi Maktum.

Baca Juga: Merespon Invasi di Ukraina, FA Umumkan Inggris Tidak Mau Bermain Versus Rusia dalam Pertandingan Internasional

Jarak antara adzan yang dikumandangkan Bilal dengan Abdullah bin Ummi Maktum menurut sahabat sekitar bacaan 50 ayat Al’Quran yang saat itu dibacakan oleh Abdullah bin Masud. Atau kurang lebih sekitar 15 menit sebelum adzan Subuh.

Kemudian ketika Abdullah bin Masud selesai membaca Alquran, baru setelah itu Abdullah bin Ummi Maktum pun adzan yang kedua. Hal itu menandakan Imsak, supaya para sahabat lekas berhenti makan dan minum.

Untuk itu, jadwal Imsakiyah yang ada di Indonesia adalah sifatnya peringatan yakni mengingatkan bahwasanya kita harus siap-siap segera untuk Sholat Subuh dan menyempurnakan sahur kita.

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa, awal dimulainya puasa di Indonesia adalah ketika terbit fajar yang merupakan tanda masuknya waktu shalat subuh, bukan pada waktu Imsak.***

Rekomendasi