Cara untuk Tetap Produktif di Tengah Waktu yang Terbatas Ala Raditya Dika, Simak Tipsnya Berikut Ini

 

inNalar.com – Selain jenaka dan kaya raya, Raditya Dika adalah seniman yang produktif menghasilkan berbagai karya. Produktivitasnya seolah tak pernah berkurang meski pandemi membuat segala hal menjadi terbatas.
 
Padahal, Raditya Dika mengaku masih punya cukup waktu luang untuk keluarga, istri dan anak, di tengah intensitas berkarya yang amat tinggi.
 
Bagaimana caranya? Strateginya dibeberkan di kanal Youtubenya dengan judul “Tips Jadi Produktif”
 
 
1. Buat to-do list
 
Raditya Dika menyarankan penontonnya untuk membuat daftar pekerjaan yang mesti dilakukan pada hari tertentu, diurutkan sesuai skala prioritas.
 
Dengan membuat to-do list, kita merasa memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan tugas di hari tersebut. Selain itu, ada rasa puas ketika setiap tugas berhasil dikerjakan.
 
2. Membagi tugas besar menjadi bagian kecil yang praktis untuk dikerjakan
 
Hal ini merupakan langkah sederhana yang penting. Sebab, seringkali berhadapan dengan tugas besar membuat kita tertekan.
 
Katakanlah, kita punya tugas untuk mengerjakan skripsi sepanjang 100 halaman. Hal tersebut terdengar memberatkan dan mencekam.
 
 
Namun, skripsi bisa menjadi lebih mudah bila kita membaginya menjadi tugas kecil, semisal bab per bab, atau bahkan halaman per halaman.
 
3. Mengerjakan banyak proyek sekaligus
 
Raditya Dika mengaku terbiasa bekerja dalam tekanan tinggi dan melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan. Ia merasa lebih produktif bila mengerjakan banyak proyek sekaligus, tapi dikerjakan “sepenggal-sepenggal”.
 
Tips ini cocok buat Anda yang mudah merasa bosan saat melakukan hal yang sama berulangkali, dalam rentang waktu lama.
 
 
4. Jangan lupa bersenang-senang
 
Pria yang kerap disapa Radit itu berpendapat, bersenang-senang di sela pekerjaan juga tak kalah penting.
 
Menyelipkan waktu bersenang-senang di sela pekerjaan bisa membuat kita lebih semangat untuk kembali bekerja. Hidup antar bekerja dan bersenang pun terasa imbang.
 
5. Menentukan jam spesifik untuk bekerja
 
Sebagai pekerja kreatif yang memiliki jam kerja fleksibel, Radit merasa tetap perlu untuk menentukan jam spesifik untuk berproduktivitas.
 
Biasanya, ia bekerja tepat setelah bangun pagi dan pukul 10 hingga 1 malam. Ini membuat waktu kegiatannya terasa lebih teratur
 
6. Kurangi meeting untuk hal-hal yang tidak penting
 
Sutradara sekaligus komika tersebut seringkali merasa bahwa meeting dilakukan dalam waktu yang tidak tepat. Misalnya, ketika dalam pekerjaan tim di proyek kreatif tertentu, setiap individu masih dalam tahap pencarian ide, lalu mengadakan meeting untuk menemukan ide.
 
 
Menurutnya, hal tersebut kurang perlu. Lebih baik, meeting dilakukan setelah setiap individu menemukan ide dan mengembangkannya dalam meeting.
 
Raditya Dika juga memberi saran untuk mengurangi hal-hal tidak penting yang berpotensi mendistraksi kita saat bekerja. Misalnya, aplikasi yang tak dibutuhkan dalam gawai.
 
7. Olahraga dan melamun
 
Ide paling banyak datang saat kita melamun. Sementara itu, waktu paling nyaman untuk melamun bagi Radit adalah ketika berolahraga. Mengombinasikan hal ini membuat Radit punya banyak stok ide untuk dikerjakan di berbagai proyeknya.
 
8. Delegasi
 
Tak semua hal harus kita kerjakan, terutama mengerjakan perihal teknis. Karena itu, Radit membagi kerjaan teknisnya kepada orang lain. Inilah yang ia sebut delegasi.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]