Berikut Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Bila Ingin Cepat Menyelesaikan Skripsi Menurut Seorang Profesor 

 

inNalar.com – Skripsi seringkali jadi momok bagi mahasiswa tingkat akhir. Ia seringkali menghambat mahasiswa, termasuk yang memiliki riwayat akademik cukup bagus. Kenapa ya?
 
Untuk Anda yang sedang stuck mengerjakan skripsi, Tirta Mursitama punya solusinya. Dosen sekaligus Profesor Manajemen Bisnis Internasional di Universitas Bina Nusantara (Binus) telah memaparkannya di kanal Youtube-nya berjudul “Tips Sukses Skripsi Cepat Selesai untuk Mahasiswa”
 

Simak apa saja tips yang bisa membuat skripsi Anda selesai dengan cepat :

Baca Juga: Komisi Wasit Meminta Maaf Kepada Everton Atas Keputusannya dalam Laga Everton vs Manchester City

1. Tempatkan skripsi pada porsinya
 
Setiap penelitian akhir baik itu di S1, S2, maupun S3 punya porsi dan takarannya masing-masing. Adapun porsi skripsi adalah agar mahasiswa bisa mengaplikasikan teori yang sudah dipelajari semasa kuliah.
 
Karena itu, mahasiswa S1 cukup memilih teori yang relevan dan menerapkannya dengan cara yang tepat. Hal ini berbeda dengan tugas akhir mahasiswa S2 dan S3 yang mengharuskan peneliti untuk menggunakan berbagai macam teori, bahkan merumuskan teori sendiri.
 
2. Menjaga autentisitas
 
Autentisitas bukan hanya perihal keaslian. Skripsi pun berasal dari minat dan ketertarikan diri masing-masing. Karena itu, pilihlah objek penelitian dan teori yang benar-benar Anda minati sepanjang riwayat perkuliahan di S1.
 
 
Bila skripsi berasal dari minat sendiri dan dikerjakan sendiri, akan ada kepuasan tersendiri saat skripsi selesai. Skripsi harus dianggap sebagai karya mutakhir dan terbaik yang dikerjakan sepenuh hati dan serius.
 
3. Menjaga hubungan dengan pembimbing
 
Menjaga relasi dengan pembimbing sangat unik. Tak bisa dipungkiri, hubungan dengan pembimbing sangat hierarkis. 
 
Maka dari itu, kita tak pelak harus memosisikan diri sebagai pembelajar di hadapan pembimbing yang adalah guru kita. Kita pun harus menjaga komunikasi dengan baik dan menghormatinya.
 
Pembimbing tentu memiliki karakter yang beragam. Karenanya, mahasiswa juga perlu memahami karakter pembimbing.
 
Hubungan yang baik dengan pembimbing bakal memudahkan kita mengerjakan skripsi.
 
 
4. Manfaatkan teknologi
 
Mahasiswa, menurut Tirta Mursitama, punya jalan yang lebih luas dalam mengerjakan skripsi. Sebabnya adalah teknologi.
 
Dengan internet, misalnya, mahasiswa dapat memetakan penelitian dengan topik serupa yang sudah dikerjakan sebelumnya. Mahasiswa juga bisa meneruskan penelitian yang sudah dikerjakan, yang perlu disempurnakan, atau yang perlu dikritisi.
 
Terpenting, teknologi juga bisa memudahkan kita untuk melakukan hal buruk. Plagiat, misalnya. Hal ini harus dihindari ya.
 
 
5. Mempertimbangkan akses terhadap data
 
Mahasiswa harus menimbang-nimbang aksesibilitas topik penelitian yang bakal dikerjakan. 
 
Apakah kita bisa mengakses data yang berkaitan dengan topik penelitian? Berapa biaya yang bakal dibutuhkan untuk mengerjakan skripsi? Apakah narasumber yang hendak kita wawancara dapat ditemui? 
 
Hal-hal di atas adalah contoh pertanyaan seputar aksesibilitas yang perlu kita jawab saat hendak menentukan topik penelitian.***

Rekomendasi