Sejarah Hallyu Part I, Awal Munculnya Istilah Korean Wave, Ketika Korea Selatan Menjadi Kiblat Budaya Dunia

inNalar.com – Korea Selatan berevolusi menjadi kiblat budaya dunia atas peran dari Hallyu. Hallyu merupakan suatu konsep dari masyarakat Korea Selatan yang mempertahankan identitas lokal dalam konteks global, dan memanfaatkan konteks global tersebut untuk menjadi budaya modern serta menyebarkannya ke dunia internasional.

Gelombang Korea, Korean Wave atau dalam istilah Korea disebut dengan 한류/ Hallyu merujuk pada popularitas budaya dan hiburan Korea Selatan di Asia dan seluruh dunia.

Pendapat lain menyebut Hallyu mengacu pada popularitas produk-produk kreatif Korea yang memberikan tawaran inovasi baru bagi industri hiburan. Mencakup film dan drama televisi, musik pop, animasi, games, dan gaya hidup (lifestyle) dengan teknologi mutakhir dari Korea Selatan.

Baca Juga: Kim Young Ok Menjadi Pemeran Utama Setelah 65 Tahun Berkarir di Dunia Perfilman

Sebenarnya apa yang membuat Hallyu bisa membanjiri layar kaca masyarakat dunia terutama di wilayah Asia ?

Dalam sebuah antologi yang diterbitkan pada tahun 1995 dengan judul “To Be Continue”, opera sabun TV, melodrama atau serial drama telah menjadi bagian dari hiburan populer di Asia Timur sekitar awal 1970-an.

Katakanlah Chow Yun Fat, bintang Hong Kong yang melejit dengan serial drama TV populer, Man in the Net yang diperankannya.

Serial drama tersebut telah sukses menembus pasar Singapura dan ditayangkan setiap minggu malam. Sejak saat itu, gelombang demi gelombang drama TV dari berbagai negara Asia Timur mulai merepa beberapa negara di Asia. 

Baca Juga: 20 Link Twibbon Khas Hari Raya Nyepi

Melodrama berlatar belakang Tiongkok periode kuno diproduksi dari Taiwan sekitar 1980-an, diikuti oleh drama trendi yang menceritakan kalangan urban, tinggal di apartemen yang mewah dan gemar makan di restoran kelas atas, di lokasi paling trendi di kota Tokyo.

Setiap seri ‘trendy’ drama adalah metafora visual untuk modernitas kapitalis-konsumeris. Modernitas konsumeris inilah yang kemudian menjadi daya tarik dan memikat penonton drama-drama trendi Jepang di seluruh Asia Timur dan Tenggara.

Setelah popularitas drama Jepang memudar, muncullah drama TV Korea pada akhir era 1990-an dan awal 2000-an membanjirnya drama TV Korea ke wilayah Asia dalam waktu yang sangat cepat kemudian dikenal sebagai ‘Gelombang Korea’.

Baca Juga: Profil Lee Young Ae, Aktris Korea Selatan yang Menyumbang 1,19 Miliar untuk Ukraina

Semenjak akhir  tahun 1990-an Korea Selatan muncul sebagai pusat produksi budaya populer transnasional baru, Korea Selatan mengekspor produk media ke negara-negara Asia termasuk Jepang, Cina, Taiwan, Hong Kong dan Singapura.            

Istilah Hallyu sendiri pertama kali digunakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Korea ketika merencanakan, memproduksi, dan mendistribusikan CD musik untuk mempublikasikan K-pop ke negara tetangga pada tahun 1999.

Judul dalam bahasa Inggrisnya adalah Korean Music Pop, sedangkan versi Cina-nya adalah Hallyn-Song from Korea.

Kemudian seorang jurnalis di Cina memberitakan tentang K-Drama dan K-Pop yang mendominasi surat kabar dan majalah di Cina dengan pemilihan term Hallyu.

Baca Juga: Profil Ainun Najib, Pemuda NU yang Diminta Jokowi Pulang ke Indonesia, Ternyata Pernah Juara Tingkat Asia

Beijing Youth Daily merupakan media cetak Cina yang pertama kali menggunakan sebutan Hallyu pada laporannya mengenai kesuksesan yang diraih grup idola K-Pop saat menggelar konser di Beijing pada bulan November 1999.

Sejak saat itulah, sebutan Hallyu sering digunakan untuk menggambarkan popularitas kebudayaan Korea Selatan di luar negeri.***

Rekomendasi