

inNalar.com – Penyebaran Hallyu ke seluruh penjuru dunia tidak lepas dari tangan dingin pemerintah Korea Selatan. Pergeseran penting kebijakan pemerintah Korea Selatan terhadap industri kreatif sendiri terjadi seiring dengan demokratisasi di akhir tahun 1980-an.
Pemerintah mulai membuka kebebasan berekspresi, bahkan memberikan dukungan yang signifikan sejak tahun 1993. Industri kreatif Korea Selatan bertumbuh cepat sejak adanya kebebasan berekspresi tersebut.
Dalam periode 1993-2003, industri ini secara keseluruhan tumbuh 21 persen, jauh dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi Korea Selatan di masa sebelumnya, yakni sekitar 5,5 persen. Pemerintah Korea Selatan menyadari bahwa industri kreatif membawa peluang ekonomi yang besar.
Pada masa pemerintahan Presiden Kim Yong Sam, ia membentuk Cultural Industry Bureau atau MCST di bawah Korean Ministry of Culture and Sports pada tahun 1995.
MCST atau Ministry of Culture, Sports and Tourism adalah Kementerian Budaya, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan. MCST terdiri dari banyak departemen yang beberapa diantaraya bertangung jawab atas penyebaran kebudayaan, seperti Korea Creative Content Agency (KOCCA), Korean Tourism Organization dan Korea Foundation for International Cutural Exchange (KOFICE).
Departemen dibawah MCST tersebut memainkan perannya masing-masing. Korea Creative Content Agency (KOCCA) merupakan agensi yang mendukung pembuatan dan produksi konten-konten kebudayaan Korea Selatan.
Baca Juga: Sejarah Hallyu Part II, Inilah Alasan Mengapa Hallyu dan Drama Korea Begitu Digemari di Asia
Sedangkan Korea Foundation for International Cultural Exchange (KOFICE) merupakan agensi yang bertanggung jawab dalam bidang pertukaran budaya dan program akademik lainnya.
Langkah awal ini kemudian diikuti dengan dikeluarkannya kebijakan kelonggaran pajak bagi para pelaku industri kreatif. Langkah ini kemudian dilanjutkan di masa pemerintahan Presiden Kim Dae Jung (1998-2003).
Presiden Kim Dae Jung memiliki visi untuk mengembangkan teknologi kebudayaan atau cutural technology, yang meliputi pengembangan warisan budaya tradisional dan budaya populer, sebagai salah satu dari enam komoditas teknologi andalan Korea.
Baca Juga: Kim Young Ok Menjadi Pemeran Utama Setelah 65 Tahun Berkarir di Dunia Perfilman
Untuk merealisasikan visi tersebut maka dibentuklah Korea Culture and Content Agency (KOCCA) di tahun 2001. Kim Dae Jung menerapkan berbagai regulasi, meliputi pengaturan kuota tayangan asing dan memberikan kuota khusus bagi penyedia konten bermuatan budaya lokal dan tradisional, serta mendorong hak kekayaan intelektual.
Untuk menunjang mendunianya Hallyu, Kim Dae Jung juga mengeluarkan kebijakan promosi meliputi dukungan bagi kegiatan ekspor produk industri kreatif melalui kedutaan besar di luar negeri.
Pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan pekerja industri kreatif, penyelenggaraan event promosi internasional seperti Busan International Film Festival (BIFF), serta pembangunan infrastruktur dan fasilitas produksi bersama seperti studio rekaman dan editing.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi