Inilah 6 Jenis Plastik yang Wajib Kamu Ketahui, Simak Pengertian dan Kegunaannya


inNalar.com
– Kebiasaan menggunakan berkali-kali plastik sekali pakai bukan kebiasaan yang baik. Tidak semua plastik dapat digunakan berkali-kali, terlebih untuk sesuatu yang dikonsumsi.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai plastik yang hanya bisa sekali pakai, kita perlu mengetahui jenis bahan plastik yang digunakan di setiap kemasan.

Berikut jenis-jenis plastik yang perlu kalian ketahui:

1. Polyethylene Terephthalate (PET)

Polyethylene terephthalate (PET atau PETE) adalah polimer termoplastik serba guna yang termasuk dalam keluarga polimer poliester. Resin poliester dikenal karena kombinasi sifat-sifatnya yang sangat baik.

Baca Juga: 10 Kalimat Penuh Makna dalam Bahasa Inggris untuk Hari Perempuan Internasional 2022

Meskipun PET ini tidak tahan panas dan akan mengkerut jika mencapai suhu 80 derajat celcius, namun PET aman untuk digunakan kembali setelah dicuci.

PET pada dasarnya berwarna bening. Oleh karena itu, PET diaplikasikan secara luas pada pengemasan pangan yang butuh memperlihatkan produk di dalamnya agar terlihat oleh konsumen.

2. High-Density Polyethylene (HDPE)

HDPE (High-density polyethylene) adalah polimer termoplastik yang terbuat dari proses pemanasan minyak bumi. Sifatnya keras, tahan terhadap suhu tinggi, dan dapat dibentuk menjadi beragam benda tanpa kehilangan kekuatannya. Lapisan HDPE cenderung terlihat buram setelah diproses, dan dapat didaur ulang.

Baca Juga: Momen Hari Perempuan Internasional 2022, Menapaki Jejak Perjuangan Rahmah El Yunusiyyah

Kemasan plastik HDPE ini dikategorikan aman untuk penggunaan berulang setelah produk aslinya habis dikonsumsi. Biasa digunakan sebagai kemasan botol ukuran besar seperti botol susu, botol jus, atau botol detergen. Beberapa kemasan produk pangan lain seperti margarin dan yogurt juga biasanya berbahan dasar HDPE.

3. Polyvinyl Chloride (PVC)

Polivinil klorida (PVC) adalah termoplastik yang paling sering digunakan bersifat tidak berbau, padat, rapuh, dan umumnya berwarna putih. Saat ini peringkatnya sebagai plastik ketiga yang paling banyak digunakan di dunia (setelah polietilen dan polipropilen).

PVC paling sering digunakan dalam aplikasi pipa dan drainase, meskipun juga dijual dalam bentuk palet atau sebagai resin dalam bentuk bubuknya.

Baca Juga: Race Pertama MotoGP 2022, Berikut Starting Grid Pembalap di Sirkuit Losail Qatar

Karena tahan lama, dapat diandalkan, dan ringan, PVC fleksibel membantu pengemasan melakukan tugasnya untuk menjaga keutuhan produk di dalamnya, termasuk obat-obatan.

Vinil bening digunakan dalam obat-obatan bebas dan bungkus susut untuk produk konsumen yang tahan terhadap kerusakan. Film vinil kaku digunakan dalam kemasan blister dan clamshell untuk melindungi obat-obatan, produk perawatan pribadi, dan barang-barang rumah tangga lainnya.

Namun ternyata, Plastik PVC biasanya dihindari atau tidak untuk digunakan sebagai bahan kemasan pangan karena proses manufaktur dari PVC menghasilkan dioxin, yang merupakan karsinogen dan berbahaya bagi imunitas dan sistem reproduksi manusia. Jadi, kita harus menghindari penggungaan kemasan plastik PVC ini untuk menyimpan makanan.

4. Low-Density Polyethylene (LDPE)

LDPE adalah termoplastik, yaitu jenis plastik yang bisa diolah lewat pemanasan dan pendinginan. Plastik ini terbuat dari minyak bumi yang telah diproduksi sejak tahun 1933. Karakteristiknya relatif tipis, lentur, jernih, dan ringan sehingga mudah dijadikan beragam material atau produk.

Baca Juga: Inilah Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2022 atau 1443 Hijriah di Seluruh Indonesia

LDPE termasuk jenis polimer yang hadir paling awal dalam dunia industri. Saat ini, LDPE plastik menghadapi persaingan ketat dengan beragam jenis polimer baru, termasuk HDPE. Akan tetapi, keunggulan LDPE membuatnya tetap populer di kalangan pemilik usaha, industri, dan rumah tangga.

Plastik LDPE biasa kita jumpai sebagai kemasan pembungkus atau kantong plastik. Produk kemasan plastik LDPE cenderung aman untuk penggunaan berulang. Namun harus tetap mempertimbangkan produk apa yang dikemas menggunakan plastik tersebut.

5.Polypropylene (PP)

Polypropylene merupakan jenis plastik kedua di dunia yang paling banyak diproduksi setelah polyethylene. Jenis plastik ini terbentuk dari proses polimerisasi yang ditemukan oleh dua ilmuwan bernama Paul Hogan dan Robert Banks. Hanya perlu sekitar enam tahun sampai akhirnya polypropylene dikenal dan diproduksi untuk seluruh dunia.

Baca Juga: Sinb VIVIZ Beberkan Situasi dan Perasaan Anggota GFRIEND saat Pemutusan Kontrak

Polypropylene merupakan salah satu material plastik yang serbaguna dan aman untuk digunakan berkali-kali. Polypropylene sering digunakan untuk mengemas margarin, yogurt, atau makanan yang butuh dihangatkan kembali.

Material plastik yang satu ini memiliki tingkat toleransi panas yang cukup tinggi. Karena tersebut membuat polipropilena ini ideal untuk mengemas sup atau makanan yang butuh dihangatkan di microwave, tanpa munculnya risiko kontaminasi zat kimiawi tertentu pada makanan Anda.

6. Polystyrene (PS)

Polystyrene adalah plastik serbaguna yang digunakan untuk membuat berbagai macam produk konsumen. Sebagai plastik keras dan padat, sering digunakan dalam produk yang membutuhkan kejelasan, seperti kemasan makanan dan peralatan laboratorium.

Polystyrene biasanya ditemukan pada gelas Styrofoam dan penampan daging di swalayan. Produk kemasan plastik Polystyrene ini tidak di anjurkan untuk penggunaan berulang, juga tidak direkomendasikan pada pengaplikasian microwave.

Baca Juga: Chelsea Dikabarkan Diminati oleh Konglomerat dari Turki, Siapakah Sosok Tersebut, Simak Kabarnya Berikut ini

Jika Anda menemukan plastik Polystyrene digunakan untuk mengemas makanan panas, maka biasanya kemasan tersebut hanya dimaksudkan untuk sekali pakai saja.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]