

inNalar.com – Manchester United digilas 1-4 oleh rival sekotanya, Manchester City, dalam laga bertajuk “Derby of Manchester” di pekan ke-28 Premier League 2021/22, Minggu 6 Maret 2022 pukul 23.30 WIB.
Pada laga yang diselenggarakan di Etihad Stadium itu, The Red Devils dan The Citizens menampilkan partai Derby ke-50 mereka di Premier League.
Laga semalam juga menjadi partai derby ke-187 di seluruh gelaran bagi kedua tim. Lewat kemenangan 4-1 tersebut, Manchester Blue telah mencatatkan 57 kemenangan dalam total keseluruhan pertemuan kedua tim.
Baca Juga: 4 Makanan Ampuh Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, Selamat Tinggal Obat Kimia!
Dalam rekor head-to-head kedua tim, The Citizen masih kalah unggul dari United yang mencatatkan total 77 kemenangan dalam keseluruhan Derby of Manchester.
Manchester City unggul terlebih dahulu lewat gol Kevin De Bruyne yang memanfaatkan assist Bernardo Silva, lima menit setelah peluit kick off babak pertama dibunyikan.
Setan Merah sempat menyamakan kedudukan lewat gol Jadon Sancho yang memanfaatkan assist Paul Pogba di menit ke-22.
Namun sekitar enam menit kemudian, Kevin De Bruyne kembali membawa The Citizens unggul dengan skor 2-1 lewat gol yang disarangkan ke gawang David De Gea.
Permainan United semakin buruk setelah turun minum. Pada menit ke-68, Riyad Mahrez membawa City semakin berjarak dari MU dengan skor 3-1.
Baca Juga: Terkuak! Soal 4 Rekening Indra Kenz yang Diblokir, Polisi: Uangnya Ada Puluhan Miliar
Mahrez mencetak gol ke gawang De Gea melalui assist pemain kunci The Citizens, De Bruyne.
Dan di menit-menit akhir pertandingan, United semakin terpuruk karena Mahrez sukses menutup pesta gol The Citizens di depan publik sendiri.
Brace pemain Timnas Aljazair tersebut lahir di menit ke-91 setelah memanfaatkan assist dari Ilkay Gundogan, yang di menit ke-80 masuk menggantikan De Bruyne yang juga mencetak Brace di derby tersebut.
Ini mungkin jadi salah satu kekalahan derby yang paling memalukan dalam sejarah panjang Manchester United.
Manchester City benar-benar seperti sedang mempermalukan Setan Merah di depan publik Etihad Stadium.
Ada begitu banyak kesalahan yang dibuat United selama satu dekade terakhir, tetapi dalam menghadapi pertemuan penting semalam, The Red Devils terlihat tampil sangat buruk, dan itu bisa terlihat dalam catatan statistik pertandingan tersebut.
Dari segi statistik, Manchester City unggul dalam segala hal dibanding Manchester United. Dalam statistik percobaan tembakan dan tembakan ke arah gawang, City unggul 24/10 dibandingkan United yang hanya mencatatkan 5/2 percobaan tembakan dan tembakan ke arah gawang.
The Citizens juga unggul dalam penguasaan bola sebesar 70 persen, sementara Setan Merah hanya memiliki penguasaan bola sebesar 30 persen.
Statistik yang jomplang juga terjadi dalam persentase umpan akurat dan total jumlah umpan.
City mampu mencatatkan total 753 operan dengan akurasi umpan sebanyak 92 persen. Sementara MU hanya mampu catatkan 331 total operan deng 83 persen umpan akurat.
Dari hasil derby tersebut, Manchester City semakin menjauh dari Liverpool yang ada di peringkat ke dua klasemen sementara Premier League 2021/22. City saat ini terpaut enam poin dari Liverpool. Namun The Reds masih unggul dalam sisa pertandingan dibandingkan The Citizens.
Sementara MU harus tergusur ke posisi lima klasemen sementara setelah kekalahan yang mereka dapatkan di laga derby semalam.
MU harus merelakan posisi ke empat klasemen sementara untuk diduduki Arsenal yang unggul satu poin dari United.
Dan yang terberat bagi Setan Merah untuk kembali ke zona Champions League adalah, karena The Gunners masih memiliki sisa tiga pertandingan lebih sedikit dari United.
Sementara di peringkat ke enam, masih ada West Ham United yang akan mengancam posisi The Red Devils dengan hanya selisih dua poin.
Dalam press conference pasca derby semalam, Manajer ad-interim United, Ralf Rangnick mengungkapkan kekecewaannya terhadap skuad Setan Merah yang tampil tanpa dua bintang mereka, Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani.
“Kami memiliki momen-momen kami di babak pertama. Kebobolan dua gol mudah. Begitu gol ketiga masuk, sangat sulit melawan tim terbaik di dunia. Hari yang sulit, itu menunjukkan kami masih memiliki beberapa langkah untuk memperkecil jarak.” Ungkap Rangnick.
Manajer asal Jerman itu menambahkan, “Anda harus dalam mode sprint, yang kami lakukan di babak pertama tetapi ketika mereka mencetak gol ketiga, Gol ketiga mereka adalah tendangan bebas yang brilian, hampir mustahil untuk dipertahankan.”
“Kami kesulitan di babak kedua. Jika Anda menyerang mereka maka mereka bisa mencetak empat atau lima. Saya tidak tahu kapan saya akan memiliki Cavani dan Ronaldo kembali. Saya harus menunggu dan melihat.”
“Ya, di babak kedua kami memang melihat jurang. Ya ada celah. Ini adalah salah satu pertandingan tersulit yang harus kami mainkan. Kami akan melakukan segalanya untuk memenangkan dua pertandingan berikutnya.” tutup Rangnick.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi