Chelsea Terancam Ditinggal Sponsornya Usai Roman Abramovich Terkena Sanksi, Apakah The Blues Bakal Bangkrut?


inNalar.com
 – Chelsea masih memakai logo sponsor utama di jersey mereka, Three, dalam laga versus Norwich pada Jumat 11 Maret 2022, pukul 02.30 WIB. Meskipun perusahaan jaringan seluler tersebut secara resmi telah menangguhkan kesepakatan mereka dengan The Blues pada Kamis 10 Maret 2022.

Anak asuh Thomas Tuchel mencatatkan kemenangan mereka atas Norwich 3-1 di Carrow Road. Ini sekaligus menjadikan The Blues unggul delapan poin dari Arsenal yang ada di urutan keempat klasemen sementara Premier League, meskipun Chelsea telah memainkan dua pertandingan lebih banyak dari Arsenal.

Namun kemenangan tersebut datang setelah kabar buruk datang dari Stamford Bridge. Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, secara resmi telah diberi sanksi oleh Pemerintah Inggris akibat hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Tentu kabar tersebut menimbulkan kecemasan bagi masa depan The Blues.

Baca Juga: Latar Belakang Penerapan Cultuurstelsel di Hindia-Belanda, Benarkah untuk Menutupi Hutang?

Salah satu dari sanksi tersebut adalah dibekukannya aset Abramovich di Inggris, dalam hal ini termasuk Chelsea. The Blues sendiri secara langsung terkena dampak dari sanksi tersebut. Dari mulai pembatalan penjualan kepemilikan klub, hingga pembatasan-pembatasan lain termasuk salah satunya adalah pembatasan transfer pemain.

Dilansir dari Sportsmail, sponsor utama Chelsea, Three telah menangguhkan kesepakatan senilai £40 juta, atau sekitar Rp 748 miliar. Namun dalam laga versus Norwich kemarin, jersey The Blues masih dihiasi dengan logo perusahaan telepon seluler itu.

Media sosial juga sempat dibuat bingung dengan masih munculnya logo “Three” di jersey The Blues. Dikutip inNalar.com dari Sportsmail, lewat Twitter-nya salah satu penggemar Arsenal bertanya, “Melihat foto dari Carrow Road, Chelsea masih memiliki logo sponsor di baju mereka, bagaimana mungkin (terjadi)?”

Baca Juga: Prambanan Jazz Festival 2022 Sudah Dekat, Berikut Cara Pemesanan Tiket dan Ketentuan yang Harus Ditaati

Namun, salah satu pendukung Chelsea membalas tweet tersebut dengan mengatakan “Dengan atau tanpa sponsor di jersey, Chelsea akan baik-baik saja.”

Sementara, seorang penggemar West Ham United mencoba menjelaskan dengan contoh kasus adalah ketika sponsor utama The Hammers, XL, bangkrut pada tahun 2008. Itu terjadi hanya sebulan setelah dimulainya gelaran Premier League di musim tersebut, sehingga memaksa West Ham untuk menghapus logo sponsor mereka dengan cepat.

Dalam media sosial resminya pada Kamis waktu Inggris, Three telah merilis pernyataan yang berbunyi, “Mengingat sanksi Pemerintah yang baru-baru ini diumumkan, kami telah meminta Chelsea FC untuk sementara menangguhkan kerjasama sponsor, termasuk penghapusan logo kami dari dan di sekitar stadion sampai pemberitahuan lebih lanjut.”

Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Tercengang dengan Keberanian Rakyat Indonesia, Kok Bisa? Begini Alasannya

Three menambahkan “Kami menyadari bahwa keputusan ini akan berdampak pada banyak penggemar yang mengikuti tim mereka dengan penuh semangat. Namun, kami merasa bahwa mengingat situasinya, dan sanksi Pemerintah yang ada, itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.”

“Sebagai jaringan seluler, cara terbaik kami dapat mendukung rakyat Ukraina adalah memastikan pengungsi yang tiba di Inggris dari konflik, dan pelanggan yang saat ini berada di Ukraina dapat tetap terhubung dengan orang-orang yang berarti bagi mereka.

“Oleh karena itu, kami menawarkan paket konektivitas ke semua warga Ukraina yang tiba di Inggris, dan mereka yang berada di Ukraina.” Tutup perusahaan jaringan seluler tersebut.

Baca Juga: BTS Sampaikan Pesan Mengharukan untuk ARMY di Konser PTD On Stage Seoul 2022

Sementara apparel resmi The Blues, Nike, yang sebelumnya telah menyepakati kontrak 15 tahun senilai £900 juta (Rp 16 triliun kurs saat ini) dengan Chelsea pada 2016, sedang mempertimbangkan untuk membatalkan kesepakatan tersebut. Jika Itu terjadi, maka Chelsea akan kehilangan £540 juta, atau sekitar Rp 10 triliun.

Chelsea juga dikabarkan telah mengadakan pembicaraan dengan Pemerintah Inggris pada kamis malam waktu setempat, di tengah kekhawatiran The Blues dalam mengarungi sisa musim 2020/2021 ini. Beberapa Petinggi Chelsea juga telah mengusulkan amandemen lisensi yang dikeluarkan untuk memungkinkan mereka agar tetap eksis di persepakbolaan.***

Rekomendasi