

inNalar.com – Pendidikan sudah ada di Nusantara sejak zaman prasejarah hingga modern ini.
Pada zaman kolonialisme, pendidikan di Nusantara mengalami percampuran dengan budaya asing dimulai abad ke-16.
Koentjaraningrat dalam bukunya Kebudayaan Jawa (1984) melontarkan bahwa “Menurut catatan orang Portugis, sistem pendidikan sekolah Eropa untuk orang Indonesia pribumi sudah ada sejak berdirinya sekolah Katolik Portugis”.
Baca Juga: Rudy Salim Berhalangan Hadiri Pemeriksaan Soal Kasus Indra Kenz, Polri Jadwalkan Pemanggilan Ulang
Pengaruh bangsa Portugis utamanya berkenaan dengan penyebaran agama Katolik.
Itulah sebabnya seorang penguasa Portugis di Maluku bernama Antonio Galvano kemudian mendirikan Seminari atau lembaga pendidikan bagi calon rohaniwan Kristiani.
Sekolah seminari inilah yang menjadi lembaga pendidikan pertama era kolonial. Seminari pertama mulai dibuka di Ternate pada tahun 1536.
Baca Juga: Benarkah Umat Islam Dilarang Berkerumun di Masjid saat Lebaran Idul Fitri 2022? Begini Faktanya
Sekolah di Ternate tersebut, menurut Th van End dalam Ragi Carita 1 (1987), diperuntukkan untuk anak-anak Indo-Portugis dan anak-anak Kristen pribumi belajar membaca dan menulis.
“Selain baca dan tulis mereka juga mendapat tambahan menghafal Katekismus Katolik Roma, tambahnya.”
Apabila dianlogikan, sekolah pertama yang didirikan di Hindia-Belanda masa kolonial tersebut memiliki fungsi yang sama dengan madrasah di daerah-daerah Islam.
Setelah pendirian sekolah di Ternate dinilai berhasil, kemudian dibuka sekolah ditempat lain salah satunya Solor.
Baca Juga: Dituntut Hukuman Delapan Tahun Penjara, Munarman: Tuntutannya Kurang Serius
Sekolah tersebut berada di bawah asuhan seorang Pastor, menyusul dibuka sekolah desa atau volkschool dan voorvolkscholl di desa Simpang Tiga Tanjung Sakti.
Oleh masyarakat setempat, sekolah itu dikenal sebagai Sekolah Mingguan.
Bagi pelajar yang memiliki ketertariakan lebih terhadap agama Katolik, mereka diarahkan untuk mendalami pendidikan agama yang lebih tinggi di Goa, India.
Baca Juga: Teks Kultum Ramadhan 2022 Singkat: Tema Amalan Sunnah Pelebur Dosa Disaat Berpuasa
Kurikulum pendidikan Portugis sendiri berisi pendidikan agama Katolik, ditambah selingan pelajaran membaca, menulis dan berhitung.
Sedangkan metode yang diajarkan adalah cara ceramah, menghafal dan mengkaji ulang pekerjaan.
Ciri pendidikan masa Portugis adalah a) Pengajar dipanggil dengan sebutan Pastur atau Pendeta, b) Waktu belajar pada hari Minggu, c) Bersifat klasikal.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi