Saat Dunia Telah Berdamai dengan Covid-19, China Alami Lonjakan Kasus hingga Terapkan Lockdown Lagi

inNalar.com – Masih seputar penyebaran virus corona, berbagai negara telah menyatakan bebas dari pandemi.

Alhasil, mereka mulai melonggarkan berbagai protokol kesehatan (prokes) seperti aturan menjaga jarak, memakai masker, serta lainnya.

Namun, di China yang tak lain merupakan negara yang pertama kali menyebarkan virus corona ini, justru mengalami keadaan sebaliknya.

Baca Juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 24 Dibuka Pekan Ini, Simak Cara Pendaftarannya

Dikabarkan, di salah satu wilayah China harus mulai menerapkan kembali prokes kesehatan, bahkan sampai lockdown.

Hal tersebut disebabkan melonjaknya kasus Covid-19 yang diduga semakin mengganas, sehingga memaksa adanya lockdown.

Dikutip inNalar.com dari berita Pikiran-Rakyat.com yang berjudul “Negara Lain Mulai Bebas dari Pandemi, China Malah Kembali Lockdown karena Peningkatan Covid-19“, wilayah yang harus melakukan lockdown yaitu kota Changchun.

Lockdown ini dilakukan di kota berpenduduk 9 juta orang tersebut dilakukan karena adanya kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi pada Jumat, 11 Maret 2022.

Kebijakan diambil setelah pemerintah melihat terjadinya dua kasus baru Covid-19 omicron pada warga.

Hal itu menyebabkan terjadinya 78 kasus baru yang terjadi hanya dalam waktu beberapa hari.

China, yang menjadi awal mula tempat persebaran Covid-19 dimulai menjadi negara paling tidak toleran terhadap virus tersebut.

Karenanya, masyarakat di Changchun kini harus kembali berada di rumah dengan hanya satu orang diperbolehkan keluar untuk mencari makan setiap dua hari sekali.

Selain itu, bahkan seluruh kegiatan non-esensial seperti sekolah, alat transportasi umum, dan lainnya sudah ditutup. Warga disana juga diminta untuk melakukan tiga tahap testing di beberapa waktu.

Baca Juga: Baby Ameena Tak Kunjung Dijenguk oleh Kakeknya, Atta Halilintar Jadikan Pandemi Sebagai Alasan

Tak hanya itu, Changchun bukan kota pertama di China yang akan memberlakukan kebijakan lockdown kembali.

Yucheng, kota di bagian timur Shandong berpenduduk 500 ribu orang juga telah melakukan lockdown sebelum diberlakukan di kota Changchun.

Kemudian, kota Shanghai pada Jumat juga sudah mulai menutup sekolahnya dan berpindah lagi ke sistem online.

Hal ini dilakukan setelah pemerintah melihat adanya beberapa orang yang dinyatakan positif Covid-19.*** (Alza Ahdira/Pikiran-Rakyat.com)

Rekomendasi