

inNalar.com – Pithecanthropus merupakan fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia, sisa-sisanya ditemukan di Perning, Kedungbrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan dan Ngandong.
Kala plestosen di Indonesia banyak dihuni manusia Pithecanthropus. Manusia ini diperkirakan hidup pada kala plestosen bawah, tengah, dan mungkin plestosen atas.
Ada beberapa jenis manusia purba yang tergolong dalam Pithecanthropus, antara lain:
1. Pithecanthropus mojokertensis
2. Pithecanthropus robustus (Manusia Kera yang Kuat)
3. Pithecanthropus Erectus (Manusia Kera yang Berdiri Tegak)
4. Pithecanthropus Soloensis (Manusia Kera dari Solo).
Pithecanthropus mojokertensis Pithecanthropus mojokertensis ditemukan oleh Von Koeningswald di Perning, Mojokerto pada lapisan Pleistosen Bawah.
Temuannya berupa fosil anak berusia 5 tahun dengan volume otak sekitar 650 cc, mereka diperkirakan hidup sekitar 2,5 – 1,25 juta tahun yang lalu.
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Ramadhan 2022 atau 1443 H, Cocok Dibagikan untuk Menyambut Bulan Suci
Ciri-ciri Pithecanthropus Mojokertensis meliputi :
Pithecanthropus robustus dan Pithecanthropus Erectus Pithecanthropus robustus ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koeningswald pada tahun 1939 di Trinil, pada lapisan Pleistosen Bawah, temuan fosil ini dianggap sejenis dengan Pithecanthropus mojokertensis.
Sedangkan Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil, Ngawi pada tahun 1890 di lapisan Pleistosen Tengah.
Penemuan Pithecanthropus Erectus merupakan yang paling banyak di Indonesia, fosil itu berjenis kelamin laki-laki dengan volume otak sekitar 900 cc.
Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 1443 H atau 2022 Wilayah Purwakarta Lengkap Selama Sebulan
Pithecanthropus Erectus dianggap sebagai Missing link atau makhluk peralihan dari kera ke manusia. Ciri-ciri fisik manusia purba Pithecanthropus erectus
Pithecanthropus Soloensis Jenis yang terakhir adalah Pithecanthropus Soloensis yang ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambungmacan, Sragen oleh Ter Haar, Openoorth dan Von Koeningswald di lapisan Pleistosen Atas.
Makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan Pithecanthropus Erectus, karena memiliki volume otak sampai 1300cc.
Baca Juga: Cak Nun Berpendapat Indonesia Tak Butuh Sertifikasi Halal
Ringkasnya, Pithecanthropus Soloensis memiliki ciri antara lain
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi