

inNalar.com – Ketika seluruh dunia sudah mulai berdamai dengan kasus penyebaran Covid-19, China justru alami lonjakan virus.
Sebagaimana diketahui, China merupakan tempat asal mula datangnya Covid-19, kemudian menyebar luas sampai keseluruh dunia.
Hebatnya, China juga merupakan salah satu negara yang berhasil pertama kali dalam mengatasi lonjakan kasus covid-19.
Baca Juga: Saat Dunia Telah Berdamai dengan Covid-19, China Alami Lonjakan Kasus hingga Terapkan Lockdown Lagi
Namun, nasib tak selamanya baik bagi negara dengan julukan tirai bambu tersebut, tercatat ada dua laporan kematian pasien yang terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron.
Laporan dua kematian pasien Covid-19 ini menambah total kasus kematian akibat Covid-19 di China menjadi 4.638.
Di sisi lain, China saat ini juga dihadapkan pada tekanan untuk mengatasi infeksi Covid-19 ‘impor’ di tengah jumlah kasus yang kian melonjak naik.
“Secara keseluruhan, situasi epidemi lokal di China masih dalam tahap pengembangan,” kata seorang pejabat China sebagaimana dikutip inNalar.com dari berita Pikiran-Rakyat.com yang berjudul “Gara-Gara Dikepung Omicron, Pemda di China Terancam Terlilit Utang“.
“Banyak provinsi serta wilayah yang berjuang melawan epidemi Omicron di beberapa kota pada saat yang sama,” katanya lagi.
Pejabat itu menambahkan bahwa langkah pencegahan dan pengendalian epidemi yang diterapkan pemerintah China tetaplah ‘suram dan kompleks’.
“Pencegahan dan pengendalian epidemi adalah prioritas negara,” kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional.
Baca Juga: Kuasai Lintasan Basah, Miguel Oliveira Jadi Pemenang Pertama MotoGP Indonesia 2022
Ia pun mendesak masyarakat dan departemen terkait agar tidak menuruti begitu saja keputusan yang menawarkan hasil tak pasti.
Sejak awal tahun ini, situasi epidemi di China dan wilayah tetangganya semakin bergejolak.
Tercatat per Maret, jumlah rata-rata kasus impor harian Covid-19 di China menembus lebih dari 200.
Presiden Xi Jinping bersikukuh bahwa negaranya akan tetap berpegang teguh pada strategi Zero Covid alias Nol Covid-29.
Bahkan setelah Komisi Kesehatan Nasional merilis pedoman baru yang melonggarkan sejumlah langkah pengendalian terkait Zero Covid.
Strategi Zero Covid mendorong pemerintah daerah di China terancam terlilit utang, karena biaya yang dialokasikan untuk perawatan kesehatan semakin meroket.
Analis mengatakan, pemerintah daerah di China menghadapi beban keuangan yang berat karena harus memenuhi strategi Zero Covid.
China tengah berjuang melawan lonjakan virus Covid-19 terbesar dalam dua tahun terakhir ini. Hampir seluruh kota memberlakukan lockdown secara ketat.
Termasuk wilayah Shenzhen yang menjadi pusat teknologi di China. Akibatnya, negeri tirai bambu ini terancam stabilitas ekonomi dan berdampak pada pasokan global.*** (Elfrida Chania S/Pikiran-Rakyat.com)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi