inNalar.com – Baru-baru ini, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi guna berkonsultasi perihal pembangunan IKN. Konsultasi tersebut dilaksanakan agar proses pembangunan IKN dapat berjalan lancar.
Adapun, proses pembangunan yang dimaksud ialah persiapan, pembangunan, pemindahan, dan penyelenggaraan pemerintahan. Harapannya konsultasi ke KPK dapat membantu setiap proses tersebut. Terutama, agak tiap proses tersebut berjalan secara transparan dan percaya, serta bebas dari tindak korupsi.
“Pertemuan dimaksudkan untuk berdiskusi dan konsultasi terkait pelaksanaan tugas Kepala Otorita IKN dalam melaksanakan tahapan pembangunan IKN,” kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding, dikutip inNalar.com dari Antara, Senin, 21 Maret 2022.
Atas konsultasi tersebut dan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), KPK, menurut Ipi, siap mendampingi setiap proses yang mengiringi IKN.
“Kami membentuk satgas khusus untuk mendampingi yang terdiri dari tim korsup (koordinasi dan supervisi), monitoring dan Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi),” terang Ipi.
Rencana untuk berkonsultasi terharap KPK sudah direncanakan Bambang Susantono beberapa waktu sebelumnya. Bambang berharap, pendampingan KPK membikin akuntabilitas IKN dapat dipegang masyarakat.
Selain itu, Bambang juga berharap dengan pendampingan KPK, kepercayaan investor meningkat pula. Selanjutnya, investasi pun dapat mengalir lancar ke IKN, baik dari investor asing maupun dalam negeri.
Bambang Susantono sendiri merupakan Kepala Otorita IKN yang dilantik pada Kamis, 10 Maret 2022, bersamaan dengan wakilnya Dhony Rahajoe. Pelantikan tersebut langsung dibawahi Presiden Jokowi. Pelantikan tersebut bertepatan dengan 23 hari setelah Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bambang Susantono sendiri merupakan sosok yang familiar dalam pengembangan infrastruktur dan transportasi Indonesia selama ini.
Sebelumnya, ia pernah menjadi Pelaksana tugas (Plt) Menteri Perhubungan menggantikan Evert Ernest Mangindaan yang terpilih menjadi DPR RI 2014-2019.
Sebelum itu juga, pada tahun 2009, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan pada masa pemerintahan periode kedua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia bertugas membantu Menteri Perhubungan kala itu.
Kepakarannya pada bidang infrastruktur dan transportasi dapat dilihat dalam berbagai karyanya.
Bambang Susantono, misalnya, menulis buku Manajemen Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (2012) yang menjadi panduan sekaligus terobosan pembangunan nasional.
Selain itu, ia juga menulis berbagai buku dengan judul; Strategi dalam Penataan Ruang dan Pengembangan Wilayah (2009), 1001 Wajah Transportasi Kita (2009), Transportasi dan Investasi; Tantangan dan Perspektif Multidimensi (2013), Revolusi Transportasi (2014), dan Infrastructure and Regional Development in Indonesia (2015).***