

inNalar.com – Ada 4 fardhu puasa yang wajib diketahui oleh seorang muslim yang sudah mukallaf.
Jika telah memenuhi empat perkara ini, maka ia berhasil menjalankan ibadah puasa dan jika meninggalkannya akan mendapat dosa.
Puasa atau Shaum adalah menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang bisa membatalkan puasa. Ibadah ini dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Baca Juga: Sambut Bulan Penuh Berkah dengan 10 Link Twibbon Ramadhan 2022 Berikut Cara Pasangnya
Seperti diketahui, umat Muslim sebentar lagi akan menjalankan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan 1443 H/2022 M.
Sebagai penyempurna ibadah di bulan suci Ramadhan 2022, berikut inNalar.com sajikan “Fikih Ramadhan” yang membahas soal fardhu puasa.
Fardhu puasa ada 4 perkara menurut Kitab Fathul Qorib, simak di bawah ini:
1. Niat
Secara istilah niat adalah suatu keinginan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan kepada Allah SWT.
Sebagian kalangan, cukup melafalkan niat dalam hati dan ada juga yang harus mengucapkan secara lisan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Menu Berbuka Puasa Ramadhan 2022, Pas Banget untuk Hidangan Keluarga
Jika puasa yang dikerjakan adalah puasa wajib Ramadhan atau puasa nadzar, maka harus berniat di malam hari.
Bacaan niat puasa Ramadhan yang paling sempurna seperti contoh berikut,
“Saya niat berpuasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
2. Menahan Makan-Minum dan Hal yang Membatalkan
Jika seorang Muslim tengah berpuasa, maka ia diwajibkan untuk menahan untuk tidak makan, minum dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Kendati demikian, ketika hal tersebut dilakukan tanpa ada unsur kesengajaan, lupa atau tidak mengetahui hukumnya, ulama bersepakat ibadah puasanya tidak batal.
3. Tidak Jima’ (Berhubungan Suami-Istri)
Melakukan jima’ atau berhubungan suami istri di saat menjalankan puasa sangat diharamkan dalam hukum fikih.
Bahkan, ketika hal itu dilanggar ada denda (kafarat) yang harus dibayar sebagaimana dalam hukum fikih.
Baca Juga: Kilas Ramadhan 2022, Pesona Masjid Dian Al-Mahri atau Masjid Kubah Emas di Depok
Pasangan suami istri boleh melakukan hubungan intim di waktu setelah adzan Maghrib hingga menjelang terbitnya fajar.
4. Menahan dari Muntah
Ketika seorang Muslim berpuasa, maka ia diwajibkan untuk tidak muntah dengan sengaja. Karena hal itu dapat membatalkan ibadah puasa.
Adapun ketika ia terpaksa muntah atau memang tidak sengaja, maka hukumnya dima’fu (boleh).
Baca Juga: Kajian Ramadhan 2022: Cak Nun Jelaskan Makna Sesungguhnya dari Berpuasa di Bulan Pengampunan Dosa
Itulah fardhu puasa yang harus dipenuhi oleh umat Muslim ketika menjalankan puasa di bulan Ramadhan 2022.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi