

inNalar.com – Habib Jamal Baagil membeberkan prilaku Rasulullah SAW ketika Ramadhan, yang mana salah satunya lebih dermawan.
Nabi Muhammad SAW sebenarnya adalah seorang dermawan, saat bulan puasa sifat tersebut meningkat luar biasa.
Selain perilaku tersebut, Rasulullah SAW juga saling belajar Al Quran bersama Malaikat Jibril setiap kali Ramadhan.
Baca Juga: Habib Jamal Baagil Ungkap Hikmah Puasa Ramadhan 2022: Salah Satunya Madrasah Sabar
Bersamaan dengan itu Nabi Muhammad SAW akan berbuat kebaikan secepat angin berhembus, sesegera mungkin melakukannya.
Amal perbuatan Rasulullah SAW itu, disebutkan Habib Jamal Baagil sesuai hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim.
“Dari hadits yang disebutkan tadi berarti ada faedah yang bisa kita ambil,” ujar Habib Jamal Baagil seperti dikutip inNalar.com dari video yang diunggah di kanal YouTube Pecinta Habaib pada 18 Mei 2018.
Faedah pertama yaitu berarti Rasulullah SAW mengagungkan Ramadhan, sedangkan yang kedua bertambah berbuat baik saat berjumpa orang sholeh.
Habib Jamal Baagil lebih menekankan pada pembahasan faedah kedua, khususnya bagi kalangan yang imannya tidak bertambah setelah berjumpa orang sholeh.
Misalnya ada sebagian santri yang ketika pulang dari pondok pesantren, ibaratnya seperti ayam yang keluar dari kandang.
Baca Juga: 17 Pembatal Puasa Ramadhan 2022, Muslim Wajib Tahu dan Hindari agar Ibadah Tidak Sia-sia
Ini tentu tidak sesuai dengan faedah kedua, maka dari itu sebaiknya ketika bertemu orang-orang sholeh bertambahlah juga kebaikan.
Faedah selanjutnya adalah setiap waktu di Bulan Ramadhan baik, tetapi pada malam harinya lebih utama dari lainnya.
Sebagaimana Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW pada malam hari, itulah waktu utama dalam beribadah berbuat baik.
Baca Juga: Live Streaming dan Jadwal Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1443 Hijriah atau 2022 Masehi
Sebab ibadah malam lebih utama juga dikarenakan pada waktu tersebut jarang dilihat oleh orang, sedangkan di siang hari banyak yang mengetahui.
Pada malam hari juga hati seseorang yang melakukan ibadah akan lebih dekat kepada keikhlasan, dibandingkan ketika siang.
Walaupun ada juga setelah pada malam hari beribadah tidak ada yang mengetahui, tetapi pagi harinya diumumkan.
“Saya tadi malam waktu bangun malam itu ada kucing, kamu mau cerita kucing atau bangun malam, maka akan hilang (amalnya),” ujar Habib Jamal Baagil.
Baca Juga: 10 Keutamaan Bulan Ramadhan 2022 yang Muslim Wajib Tahu, Salah Satunya Ada Malam Penuh Kemuliaan
Bila diceritakan kepada satu orang masih lebih baik, dibandingkan dengan yang membuat status di media sosial.
Maka amalnya akan habis tidak tersisa, orang yang berharap amalnya ingin diketahui manusia lain sebenarnya menganggap Allah SWT tidak mengetahui.
Tidak ada keuntungan bagi yang menginginkan amalnya diketahui oleh orang lain, cukupkanlah hanya Allah SWT yang melihat.
Allah SWT yang akan membalas setiap amal yang dilakukan, bukan makhluk atau orang lemah tidak berdaya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi