Kutipan Inspiratif Raden Ajeng Kartini, Kado untuk Seluruh Wanita Indonesia di Hari Kartini 2022

inNalar.com – Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April merupakan momentum untuk mengenang Raden Ajeng Kartini. Peringatan yang dimulai semenjak tahun 1964 ini bertujuan untuk menghormati perjuangan wanita yang punya motto “Habis Gelap Terbitlah Terang” itu.

R.A Kartini dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita, yang menentang keras pasifnya posisi wanita di Indonesia pada sistem masyarakat, keluarga, dan pemerintahan. Pendapat utama beliau adalah bahwa perempuan juga memiliki hak dan kapabilitas yang sama untuk melakukan apa yang saat itu hanya bisa dilakukan laki-laki.

Berikut adalah kutipan yang dituturkan oleh RA Kartini, kado bagi seluruh wanita Indonesia agar selalu tegar, menginspirasi, memperjuangkan kebenaran, menggaungkan hak-haknya sebagai perempuan dan terus bersemangat menghadapi rintangan apapun.

Baca Juga: Jadwal Sholat Ramadhan 2022 di Kabupaten Aceh Besar pada Hari Ini, Senin 4 April 2022

“Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.”

“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.”

“Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang.”

“Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.”

Baca Juga: 5 Menu Buka Puasa Ramadhan 2022 Berbahan Dasar Kurma, Nikmati Sajian Istimewa Kesukaan Rasulullah SAW

“Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.”

“Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.”

“Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain.”

“Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau!’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.”

Baca Juga: Jadwal Sholat Ramadhan 1443 H di Kabupaten Aceh Barat Hari Ini, 4 April 2022

“Sampai kapanpun, kemajuan perempuan itu ternyata menjadi faktor penting dalam peradaban bangsa.”

“Ibu adalah pusat kehidupan rumah tangga. Kepada mereka dibebankan tugas besar mendidik anak-anaknya, pendidikan akan membentuk budi pekertinya.”

“Jangan kau katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau.”

“Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya.”

“Ketidaksetaraan perempuan ini akibat dari dibatasinya akses perempuan untuk memperoleh pengetahuan sehingga perempuan menjadi bodoh. Sehingga cara satu-satunya adalah perempuan harus sekolah.”

Baca Juga: 8 Kutipan Raden Ajeng Kartini Tentang Cinta, Gunakan sebagai Caption untuk Menyemarakkan Hari Kartini 21 April

“Apabila kami menghendaki orang lain mengikuti jejak kami, maka contoh yang kami berikan haruslah sesuatu yang berbicara, menimbulkan rasa kagum dan keinginan untuk menirunya.”

“Banyak emansipasi wanita bukanlah untuk persamaan derajat, emansipasi adalah pembuktian diri yang seimbang antara raga yang tangguh, namun hati senantiasa patuh. Emansipasi ada penerimaan. Penerimaan diri bahwa setiap tempat ada empu yang dikodratkan dan dipantaskan.”

“Marilah wahai perempuan, gadis. Bangkitlah, marilah kita berjabatan tangan dan bersama-sama bekerja mengubah keadaan yang tak terderita ini.”

Rekomendasi