

inNalar.com – Buya Yahya menjawab mengenai pertanyaan sebenarnya kapankah tepatnya peristiwa Nuzulul Quran itu terjadi?
Di Indonesia, setiap tanggal 17 Ramadhan diperingati sebagai jatuhnya peristiwa Nuzulul Quran. Bahkan di beberapa daerah ada peringatan tertentu yang bewujud budaya untuk mengingat peristiwa turunnya ayat suci Al-Quran itu.
Disisi lain, masih terjadi polemik di kalangan masyarakat dan ulama, sebenarnya kapan ayat al Quran turun untuk pertama kalinya? Pada malam 17 Ramadhan atau malam Lailatul Qadar?
Apabila merujuk dan menyandarkannya pada surat Al Qodr ayat 1, maka Nuzulul Quran terjadi pada malam Lailatul Qadar
Al Qur’an surah Al Qadr ayat 1 yang berbunyi:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Innaa anzalnaahu fii laylatul qodr.
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam Qadar”. (QS Al Qadr: 1).
Bagaimana perdebatan ini dipandang oleh Buya Yahya? Berikut pemaparannya.
Buya Yahya membenarkan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada malam Lailatul Qadar. Namun yang dimaksud surah Al Qodr adalah turunnya Al Qur’an ke Lauhul Mahfuz.
“Memang benar turunnya Al-Quran adalah di malam lailatul qodr. Al Quran diturunkan dari lauhul mahfudz kemudian diturunkan lagi ke sama’id dunya baitul ‘izzah atau langit terendah”. Ungkap pembina Pondok Pesantren Al Bahjah itu.
Buya Yahya juga menambahkan bahwa Al Quran turun dalam jumlah keseluruhan atau jumlatan wahidah.
“Semua Al Quran diturunkan secara spontan dengan jumlah keseluruhan atau jumlatan wahidah. Inilah yang dikabarkan dalam Al Quran surat inna anzalna (Al-Qodr) itu”. Tambah Buya Yahya.
Dari baitul Izzah, Al Quran diturunkan lagi kepada nabi Muhammad SAW sesuat kebutuhan. Ayat pertama yang dtu diturunkan ketika nabi Muhammad SAW berada di Gua Hira. Sebagian ulama mengatakan peristiwa itu terjadi pada tanggal 18 Ramadhan, 21 Ramadhan dan sebagian lagi mengatakan 25 Ramadhan. Tidak ada tanggal 17 Ramadhan.
“Bukan 17 (Ramadhan) memang disini,” ungkap pemilik nama asli Yahya Zaidul Maarif tersebut menekankan.
Sedangkan uraian bahwa Nuzulul Quran jatuh pada tanggal 17 itu adalah penggabungan antar ayat dengan ayat, atau yaumal taqol jam’an pada perang Badar. Tanggal 17 itu adalah ijtihad ulama.
Dalam Al Qur’an disebutkan yaumal taqol jam’an bertemunya 2 kelompok besar diisyaratkan turunnya Furqon Al Qur’an dihari itu. Lah, tapi bukan Qur’an itu turun waktu perang Badar, perang badar setelah Nabi Muhammad jadi Nabi itu sudah jauh”, Buya Yahya menambahkan.
Menegai perdebatan yang terjadi di kalangan masyarakat itu Buya Yahya buka suara.
“Benar, al Quran turun pada saat malam Lailatul qadar, saat itulah turun. Duf’ah wahidah, spontan dan utuh, tapi tidak ditentukan hari apa itu.
Baca Juga: Polisi Benarkan Marshel Widianto Adalah Komedian ‘M’ yang Diduga Membeli Konten Syur Dea OnlyFans
“Nggak penting perbedaan itu, yang jelas Al Quran diturunkan oleh Allah SWT untuk nabi Muhammad. Selesai itu, dan ulama punya tujuan, jangan mementingkan harinya. Karena kita tidak memperingati harinya. Kita ingin membesarkan, ingin mengagungkan. Menguatkan keimanan, iman kepada Al-Quran.
Ini orang kok aneh bener, ngeributin harinya. Buang tentang hari. Kita hanya bicara Al Quran diturunkan kepada Nabi SWT.”
Itulah tadi penjelasan Buya Yahya tentang pertanyaan apakah Nuzulul Qur’an terjadi pada 17 Ramadhan atau pada malam Lailatul Qadar.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi