

inNalar.com – Demo 11 April 2022 hari ini batal geruduk istana negara, tidak seperti yang telah direncanakan mahasiswa sebelumnya di mana akan menuju Jalan Veteran.
Aksi tersebut dilakukan terkait polemik isu penundaan pemilu yang semakin gencar terdengar, maka tuntutan dari peserta demo yaitu agar pemerintah menentang secara jelas hal tersebut.
Isu diundurnya pesta demokrasi lima tahunan itu sudah dibicarakan semua orang, termasuk rakyat kecil di desa-desa. Tidak hanya para politikus saja.
Baca Juga: 20 Link Twibbon Idul Fitri 1443 Hijriyah, Salah Satu Cara Maaf-maafan dengan Tren Kekinian
Oleh karenanya, demo 11 April 2022 pada hari ini akan ditujukan untuk menyampaikan aspirasi terkait hal tersebut dan peringatan untuk wakil rakyat yang ada di Gedung DPR RI.
Dikutip inNala dari artikel Pikiran Rakyat berjudul “Batal Geruduk Istana, Demo Mahasiswa BEM SI Geser ke Gedung DPR“ pada 11 April 2022 Koordinator Aliansi BEM SI Kaharuddin menjelaskan.
Aliansi Badan Ekskutif Mahasiswa Seluruh Indonesia akan membawa isu tersebut untuk disampaikan kepada Wakil Rakyat.
Baca Juga: Pengertian Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan, Berikut Ciri-Cirinya Menurut Nabi SAW
“Untuk menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai,” katanya.
Selain itu, Kahar menuturkan Aliansi BEM SI juga meminta jawaban atas tuntutan rakyat yang sampai saat ini belum terjawab.
Terdapat 18 tuntutan rakyat dimana 6 tuntutan dibawa saat aksi pada tanggal 28 Maret 2022 dan 12 tuntutan lainnya berasal dari aksi 7 tahun pemerintahan Jokowi 21 Oktober 2021 lalu.
Kemudian tuntutan tersebut antara lain berisi mengenai tuntutan kepada Presiden untuk bersikap tegas menolak isu penundaan pemilu 2024, tuntutan lainnya adalah mengenai stabilitas harga bahan-bahan pokok untuk masyarakat.
Baca Juga: Berikut 10 Twibbon Idul Fitri 2022 Paling Berkesan dengan Desain Pilihan Terbaik
“Sedangkan tuntutan lainnya, adalah mengenai UU Cipta Kerja,” ujarnya.
Berikut 4 Tuntutan Rakyat, yang terdiri dari:
1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.
2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret hingga 11 April 2022.
3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau massa jabatan 3 periode.
4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18
tuntutan Mahasiswa kepada Presiden yang hingga saat ini belum terjawab.***
(Amir Faisol/Pikiran Rakyat)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi