Puluhan Santri di Bandung Disodomi Gurunya Selama 5 Tahun, Begini Kondisi Terkini Para Korban


inNalar.com
– Kasus guru pedofil sodomi santrinya di Pangalengan, Bandung membetot perhatian publik. Pasalnya bukan hanya satu murid yang menjadi korban, tapi ada puluhan.

Guru bejat yang menyodomi muridnya itu adalah SN. Ia melakukan pencabulan terhadap santrinya yang masih berusia anak-anak.

Berdasarkan pengakuan salah satu orang tua korban, SN menyodomi santrinya di sebuah ruangan kelas dan di WC.

Baca Juga: Puluhan Santri di Pangalengan, Bandung Disodomi dan Dipaksa Beradegan Porno oleh Guru Ngajinya

“Kata anak-anak, itu (sodomi) biasanya dilakukan di WC sekolah tempat dia mengajar, ruang kelas saat sepi.” kata DN, dikutip inNalar.com dari InilahKoran pada Rabu, 13 April 2022.

Lebih lanjut, SN juga sering mencabuli murid-muridnya tatkala ada agenda outbound ke luar kota.

Rata-rata murid yang menjadi korban sodomi SN masih duduk di bangku kelas 4 hingga 6 Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga: Putra Siregar Diduga dalam Kondisi Mabuk saat Aniaya Seorang Pria Inisial ‘N’ di Kawasan Senopati Jaksel

Selain itu, dilakukan juga saat dia membawa anak-anak pentas marawis dan piknik ke luar seperti ke Cipanas atau ketempat lainnya. Korbannya rata-rata masih duduk di kelas 4-6 SD,” ujarnya.

Dari cerita korban, DN mengatakan aksi bejat SN ini sudah dilakukan sekitar 5 tahun lamanya.

Lebih lanjut, korban dipaksa menonton film porno sebelum disodomi oleh SN.

Baca Juga: Pemilik PS Store Putra Siregar dan Artis Rico Valentino Resmi Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan di Sebuah Kafe

“Usai nonton, anak yang masih polos ini diajak memeragakan adegan dalam video tersebut. Perbuatan (sodomi) ini biasa dilakukan oleh SN sejak sekitar lima tahun lamanya,” terang DN.

Kondisi Terkini Korban

Puluhan korban sodomi SN oknum Guru Ngaji di Pangalengan kini dalam kondisi memprihatinkan.

Salah seorang sumber dari keluarga korban menyebut puluhan korban sodomi SN sang guru ngaji di Pangalengan itu kini menjadi pendiam dan murung.

Baca Juga: Inilah Profil dan 3 Fakta Menarik Putra Siregar, Salah Satunya Pernah Terinspirasi Oleh Atta Halilintar

Menurut sumber tersebut, para korban sodomi SN guru ngaji di Pangalengan, sempat dibawa ke psikolog untuk mendapatkan penanganan dari sisi mental.

Hal itu sebagaimana dikutip inNalar.com dari artikel InilahKoran berjudul, “Sedih! Perilaku Korban Sodomi SN Guru Ngaji di Pangalengan Berubah, Murung dan Mengurung Diri di Kamar

“Mereka jadi anak-anak yang pendiam, murung dan terlihat gelisah. Kalau ada di rumah mengurung diri di kamar,” ungkap sang sumber berinisial DR itu.

Baca Juga: Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 18 April, Simak Sejarah KAA Membangun Persatuan Negara Asia Afrika

Untungnya, setelah mendapatkan penanganan dari psikolog, perilaku para korban berangsur normal. Mereka tak lagi tampak selalu gelisah.

“Tapi sekarang Alhamdulilah setelah ada penanganan dan mereka mau cerita ada perkembangan menggembirakan, mulai terlihat ada perubahan. Ini yang kami lakukan bersama para orang tua, pihak Kepolisian dan psikolog itu agar kondisi kejiwaan anak-anak ini bisa pulih. Makanya mereka harus terus didampingi oleh psikolog,” pungkasnya.***(Dani R Nugraha/InilahKoran)

 

 

 

Rekomendasi